Rekan PIM410, usai PIM410 saya lapor sama bos kalau saya telah selesai Diklatpim dan saya laporkan juga tentang materi yang di dapat di sana. Bos bilang, itu hanya teori dan tentang penerapannya tidak segampang teori. Tapi kamu harus berusaha untuk menunjukan kepada yang lain, lanjutnya.
Namun sampai sekarang ternyata masih belum bisa. Yah tentu saja karena memang sistem yang ada sangat kuat dan tak mungkin bisa dirubah dalam waktu yang singkat. Itulah yang terjadi pada saya. Mungkin ini terjadi juga pada rekan-rekan. Tapi, kita tetap harus berusaha, minimal bisa menunjukan kalau kita bisa lebih baik dari masa lalu.
Rekan PIM410, mohon maaf saya juga masih belum bisa mengisi dengan artikel yang lain. Selain sibuk dengan tugas, juga saya sedang membuat website almamater, karena saya ditunuk sebagai administrator. Nanti jika sudah selesai, saya akan meneruskan dengan artikel yang lain, agar reka-rekan bisa mengingat kembali kenangan indah di Sukamandi.
Sekarang saya ingin menyapa beberapa rekan yang telah memjadi kenangan. Tentu saja rekan yang lainnya, yang memang telah menjadi kenangan dalam hidup saya. Dan kenangan itu ternyata sulit untuk dilupakan.
Halo Bu Ati. Saya punya kenangan dengannya. Karena saya pernah membawa tasnya yang cukup berat dari asrama ke garasi. Dia bilang isinya buku. Rupanya buku-buku itu akan dipelajari lagi di rumah, katanya. Tapi apa yang saya lakukan itu ichlas lho atau bukan kepaksa. Percayalah Bu Ati.
Halo, Ba Ipung. Saya rindu dengan pijitannya. Ternyata pijitan itu manjur sekali. Dalam beberapa saat sakit saya hilang dan paginya bisa segar kembali. Dia kemarin bilang, mau ngisi. Saya senang sekali. Mudah-mudahan, niat itu terlaksana, hingga tercipta sebuah tulisan karyanya. Ba Ipung, kita pasti bisa.
Halo, Bu Harumi. Saya punya banyak kenangan manis dengannya. Sering ngobrol dengannya. Pernah jalan ke Cikampek cari ATM dan cari info tentang tiket kereta. Pernah juga karoke, duet, menyanyikan lagu Dewi Yul dan Broeri. Tapi semua itu tinggal kenangan. Karena kita telah kembali ke habitatnya. Maafkan kesalahan saya ya. Itu hanya sebuah perjalanan hidup.
Udah dulu deh. Nanti aku sambung lagi dengan teman-teman lain. Maafkan saya, belum bisa menyebutkan satu demi satu, meski rekan semua telah membuat kenangan dalam hidup saya. Terus terang saja, kalau saya sudah menulis seperti ini, saya merasa seperti dekat dengan kalian. Itulah cara saya agar tetap dekat dengan kalian.
By Usni Arie
Namun sampai sekarang ternyata masih belum bisa. Yah tentu saja karena memang sistem yang ada sangat kuat dan tak mungkin bisa dirubah dalam waktu yang singkat. Itulah yang terjadi pada saya. Mungkin ini terjadi juga pada rekan-rekan. Tapi, kita tetap harus berusaha, minimal bisa menunjukan kalau kita bisa lebih baik dari masa lalu.
Rekan PIM410, mohon maaf saya juga masih belum bisa mengisi dengan artikel yang lain. Selain sibuk dengan tugas, juga saya sedang membuat website almamater, karena saya ditunuk sebagai administrator. Nanti jika sudah selesai, saya akan meneruskan dengan artikel yang lain, agar reka-rekan bisa mengingat kembali kenangan indah di Sukamandi.
Sekarang saya ingin menyapa beberapa rekan yang telah memjadi kenangan. Tentu saja rekan yang lainnya, yang memang telah menjadi kenangan dalam hidup saya. Dan kenangan itu ternyata sulit untuk dilupakan.
Halo Bu Ati. Saya punya kenangan dengannya. Karena saya pernah membawa tasnya yang cukup berat dari asrama ke garasi. Dia bilang isinya buku. Rupanya buku-buku itu akan dipelajari lagi di rumah, katanya. Tapi apa yang saya lakukan itu ichlas lho atau bukan kepaksa. Percayalah Bu Ati.
Halo, Ba Ipung. Saya rindu dengan pijitannya. Ternyata pijitan itu manjur sekali. Dalam beberapa saat sakit saya hilang dan paginya bisa segar kembali. Dia kemarin bilang, mau ngisi. Saya senang sekali. Mudah-mudahan, niat itu terlaksana, hingga tercipta sebuah tulisan karyanya. Ba Ipung, kita pasti bisa.
Halo, Bu Harumi. Saya punya banyak kenangan manis dengannya. Sering ngobrol dengannya. Pernah jalan ke Cikampek cari ATM dan cari info tentang tiket kereta. Pernah juga karoke, duet, menyanyikan lagu Dewi Yul dan Broeri. Tapi semua itu tinggal kenangan. Karena kita telah kembali ke habitatnya. Maafkan kesalahan saya ya. Itu hanya sebuah perjalanan hidup.
Udah dulu deh. Nanti aku sambung lagi dengan teman-teman lain. Maafkan saya, belum bisa menyebutkan satu demi satu, meski rekan semua telah membuat kenangan dalam hidup saya. Terus terang saja, kalau saya sudah menulis seperti ini, saya merasa seperti dekat dengan kalian. Itulah cara saya agar tetap dekat dengan kalian.
By Usni Arie




