Sabtu, 18 Oktober 2008

Curhat, boleng dong

Rekan PIM410, usai PIM410 saya lapor sama bos kalau saya telah selesai Diklatpim dan saya laporkan juga tentang materi yang di dapat di sana. Bos bilang, itu hanya teori dan tentang penerapannya tidak segampang teori. Tapi kamu harus berusaha untuk menunjukan kepada yang lain, lanjutnya.

Namun sampai sekarang ternyata masih belum bisa. Yah tentu saja karena memang sistem yang ada sangat kuat dan tak mungkin bisa dirubah dalam waktu yang singkat. Itulah yang terjadi pada saya. Mungkin ini terjadi juga pada rekan-rekan. Tapi, kita tetap harus berusaha, minimal bisa menunjukan kalau kita bisa lebih baik dari masa lalu.

Rekan PIM410, mohon maaf saya juga masih belum bisa mengisi dengan artikel yang lain. Selain sibuk dengan tugas, juga saya sedang membuat website almamater, karena saya ditunuk sebagai administrator. Nanti jika sudah selesai, saya akan meneruskan dengan artikel yang lain, agar reka-rekan bisa mengingat kembali kenangan indah di Sukamandi.

Sekarang saya ingin menyapa beberapa rekan yang telah memjadi kenangan. Tentu saja rekan yang lainnya, yang memang telah menjadi kenangan dalam hidup saya. Dan kenangan itu ternyata sulit untuk dilupakan.

Halo Bu Ati. Saya punya kenangan dengannya. Karena saya pernah membawa tasnya yang cukup berat dari asrama ke garasi. Dia bilang isinya buku. Rupanya buku-buku itu akan dipelajari lagi di rumah, katanya. Tapi apa yang saya lakukan itu ichlas lho atau bukan kepaksa. Percayalah Bu Ati.

Halo, Ba Ipung. Saya rindu dengan pijitannya. Ternyata pijitan itu manjur sekali. Dalam beberapa saat sakit saya hilang dan paginya bisa segar kembali. Dia kemarin bilang, mau ngisi. Saya senang sekali. Mudah-mudahan, niat itu terlaksana, hingga tercipta sebuah tulisan karyanya. Ba Ipung, kita pasti bisa.

Halo, Bu Harumi. Saya punya banyak kenangan manis dengannya. Sering ngobrol dengannya. Pernah jalan ke Cikampek cari ATM dan cari info tentang tiket kereta. Pernah juga karoke, duet, menyanyikan lagu Dewi Yul dan Broeri. Tapi semua itu tinggal kenangan. Karena kita telah kembali ke habitatnya. Maafkan kesalahan saya ya. Itu hanya sebuah perjalanan hidup.

Udah dulu deh. Nanti aku sambung lagi dengan teman-teman lain. Maafkan saya, belum bisa menyebutkan satu demi satu, meski rekan semua telah membuat kenangan dalam hidup saya. Terus terang saja, kalau saya sudah menulis seperti ini, saya merasa seperti dekat dengan kalian. Itulah cara saya agar tetap dekat dengan kalian.

By Usni Arie

Senin, 13 Oktober 2008

Sudah Cukupkah Pengakuan Keislaman Kita?


” Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS Al-Anbiyaa : 21:107)

Umumnya kita sudah pernah membaca ayat suci di atas, namun pertanyaannya adalah apakah kita sebagai seorang yang mengaku muslim sudah menjadi rahmat bagi sekeliling kita?

Bila kita melihat sejarah awal perkembangan Islam di Kota Mekah dan Madinah. Rasulullah telah melakukan suatu perubahan peradaban di tempat tersebut menjadi jauh lebih baik. Suatu peradaban yang sebelumnya tanpa aturan yang membuat kesengsaraan di sebagian pihak. Dimana seorang perempuan yang sebelumnya tidak dihargai sama sekali sehingga setiap anak perempuan sudah umum di kubur hidup hudup bahkan seorang ibu dijadikan warisan untuk dinikahi oleh anak tirinya, Seorang yang berkuasa menindas orang yang lemah serta banyak lagi penindasan lainnya di tanah arab tersebut.

Namun setelah Rasulullah menyampaikan kebenaran Islam, maka Hak azasi manusia mulai ditegakkan, seorang perempuan menjadi lebih mulia dari sebelumnya, seorang penguasa menjadi pelindung bagi yang lemah, terbentuknya persaudaraan yang saling tolong menolong serta saling percaya diantara mereka sehingga tidak ada lagi kekhawatiran dari kejahatan tetangganya. Mereka semua meresapi rasa takut bila mendolimi yang lain karena mereka yakin akan pembalasan yang akan diterima di kehidupan abadi nanti. Mereka berbuat semata-mata hanya untuk mencari keridoan Sang Maha Pencipta. Disamping itu perkembangan ilmu pengetahuan maju dengan pesat di atas peradaban saat itu.

Begitu pula pada awal perkembangan Islam di Indonesia, khususnya di pulau jawa. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) sebagai salah seorang wali songo yang pertama kali datang ke daerah tanah nusantara telah membawa perubahan yang cukup signifikan. Beliau yang pertama kali memperkenalkan sistem pengairan sehingga daerah di sekitarnya menjadi subur. Beliau pula telah melakukan pengobatan bagi orang yang sakit, memerangi para perampok yang ada di daerah tersebut serta memperkenalkan sistem pendidikan melalui pesantrennya. Sunan Gresik telah membawa suatu peradaban yang berada di atas peradaban saat itu. Sehingga dengan perjuangan beliau dan murid-muridnya masyarakat yang sebelumnya tertindas menjadi masyarakat yang makmur.

Hal ini tiada lain karena orang yang menyebarkan Islam saat itu sesuai dengan ajaran Islam sebagai pembawa rahmat bagi masyarakat sekitarnya. Namun bila seseorang yang mengaku islam malah membuat keresahan tetangganya? membuat kerusakan di sekitarnya? membawa suatu perilaku dan pengetahuan yang berada dibawah peradaban saat ini? dapatkah dia disebut sebagai islam yang telah kaffah (sempurna)?

Untuk itu kita perlu intropeksi diri atas pengakuan keislaman kita. Karena seorang muslim yang sejati adalah seorang yang membuat tentram tetangganya, seorang yang membuat sejahtera sekitarnya serta seorang yang menyampaikan pengetahuan yang berada di atas peradaban saat ini.

”Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal, baik lelaki maupun perempuan" (QS. Ali Imron: 195)

Tapi carilah dengan apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu kehidupan akhirat, dan janganlah lupa bagianmu di dunia; dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu; dan janganlah engkau mencari (kesempatan untuk) berbuat kerusakan di muka bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan (QS Al-Qashash:77)


Salam, Uung Gantira

Kamis, 09 Oktober 2008

Sebuah Cita-cita Agung yang Cocok bagi Semua Profesi


Sebagian besar manusia mempunyai cita-cita yang tinggi dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Ada yang bercita-cita menjadi seorang PNS, dokter, menteri, pengusaha bahkan Presiden. Mereka berusaha mengejar dan memperjuangkannya agar semua keinginannya terwujud.

Bila seseorang yang bercita-cita menjadi PNS, maka cita-cita selanjutnya mendapatkan jabatan eselon 4, eselon 3, eselon 2 bahkan eselon 1. Semua keinginan itu, merupakan hal yang wajar dimiliki oleh orang yang berpropesi sebagai PNS.

Begitu pula bila berada dalam bidang politik, mereka bercita-cita jadi anggota DPR, menteri bahkan Presiden dengan tekad dalam hatinya untuk memakmurkan bangsa dan negara. Merasa yakin bahwa hanya dialah yang bisa membuat bangsanya sejahtera dan makmur.

Namun semua cita-cita di atas tidaklah abadi dan bahkan akan menjadi bumerang bagi mereka sendiri, bila tidak dilandasi dengan cita-cita yang agung, cita cita tertinggi yang seharusnya dikejar oleh setiap manusia. Cita-cita yang dasyat itu adalah berada dalam kebahagiaan yang tak akan pernah pudar yaitu menjadi salah seorang penghuni surga di kehidupan abadi nanti.

Bila seseorang berjuang dan berusaha untuk mendapatkan apa yang diinginkannya tanpa dilandasi cita-cita agung di atas, maka untuk mendapatkannya mereka umumnya cenderung dengan menghalalkan berbagai macam cara, baik itu melalui suap, menginjak bawahan, menjilat atasan, mensikut teman sejawat serta banyak lagi tindakan-tindakan lain yang pada dasarnya akan merugikan mereka sendiri.

Dan bila mereka sudah mencapai kedudukannya, mereka akan cenderung menghina profesi yang hina dimatanya. Seorang pengusaha yang sukses akan menghina seorang pedagang asongan, seorang pejabat akan menghina seorang pemulung, dan banyak lagi tindakan lain yang semakin membuat sombong dengan apa yang mereka miliki.

Begitu juga sebaliknya seorang yang masih belum mencapai cita-citanya tanpa dilandasi dengan cita-cita masuk surga-Nya, maka mereka yang masih berada di bawah akan cenderung silau dengan kedudukan orang yang berada di atasnya. Seorang pegawai rendahan akan begitu mengagungkan kedudukan seorang presiden, seorang pesuruh akan begitu gentar melihat kedudukan seorang anggota DPR dan seorang staf akan terkagum-kagum terhadap jabatan tertinggi di tempat kerjanya. Hal ini diakibatkan karena hanya mengejar t cita-cita yang ada di dunia yang fana ini..

Bila seseorang tidak memiliki cita-cita mendapatkan kebahagiaan abadi nanti, maka pada saat jabatannya hilang. Orang tersebut akan cenderung merasakan hidupnya telah berakhir dan muncul kekecewaan dihatinya. Banyak diantara mereka yang akhirnya stroke dan stress berat akan kondisi itu. Bahkan adapula orang yang menderita akibat cita-cita tertingginya di dunia ini. Sebagaimana yang pernah tercatat dalam sejarah mengenai penderitaan para penguasa sebuah negeri besar, seperti Hitler, Firaun, Korun, Marcos dan banyak lagi para pemimpin sebuah negara lainnya yang dihujat dan tercatat sebagai orang yang dibenci oleh rakyatnya sebagai akibat dari cita-cita yang dimilikinya tersebut.

Namun bila kita melihat cita-cita yang jauh lebih tinggi, yaitu bercita-cita mendapatkan surga-Nya. maka dia akan nyaman dengan berbagai macam profesi yang dijalani yang sesuai dengan kemampuan dan keunikan yang dimilikinya. Baik itu sebagai pemulung, pengusaha, staf, anggota DPR bahkan presiden. Dan diantara mereka tidak akan ada saling menghina dan saling mengagungkan. Karena cita-cita mereka yang sebenarnya adalah kehidupan setelah kematian.

Seorang pemulung tidak harus menjadi presiden untuk mendapatkan cita-cita termulianya. Begitu pula seorang presiden tidak mesti jadi seorang pemulung untuk mencapai surga-Nya. Seseorang dapat mencapai cita-cita tertinggi tersebut dengan berbagai profesi yang sesuai dengan anugrah kemampuan yang mereka miliki. Mereka yang berbeda profesi akan saling menghormati, menyayangi serta saling menasehati untuk mencapai kebaikan bersama. Mereka akan melihat bahwa hidup di dunia ini sebagai tempat untuk bercocok tanam yang akan didapatkan hasilnya di kehidupan abadi nanti.

Mereka akan melakukan pekerjaannya dengan selalu waspada jangan sampai setiap yang dilakukannya malah menjauhkan mereka dari cita-cita tertingginya. Mereka akan berusaha melakukan yang terbaik yang sesuai dengan petunjuk-Nya. Sesuatu yang tidak bertentangan dengan rambu-rambu yang telah diturunkan oleh Sang Maha Pemilik Kebahagiaan Abadi, yaitu melalui aturan yang ada dalam Kitab Suci-Nya dan apa yang telah dicontohkan oleh perilaku para Nabi-Nya.

”Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam syurga dan keni’matan, mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka. (Dikatakan kepada mereka): ”Makanlah dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan”, mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli’ (QS. Ath Thuur 52:17-20)

”Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas (piala), cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir” (QS. Al-Waqi’ah 56:15-18)

Mereka itulah (orang-orang yang) bagi merekasyurga ’Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam syurga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah, (QS. Al kahfi 18: 30-31)

Di surga akan ada seseorang penyeru yang berkata. ”Sesungguhnya sekarang tibalah saatnya kalian sehat wal afiat dan tidak menderita sakit selama-lamanya. Sekarang tibalah saatnya kalian hidup dan tidak mati selama-lamanya. Sekarang tibalah saat bagi kalian tetap muda dan tidak tua selama0lamanya. Sekarang tibalah saatnya bagi kalian bersenang-senang dan tidak sengsara selama-lamanya. (HR. Muslim)

”Penghuni surga akan masuk surga dan penghuni neraka akan masuk neraka, kemudian penyeru berdiri di antara mereka dan berkata, Wahai penghuni surga, sekarang tidak ada lagi kematian. Wahai penghuni neraka, sekarang tidak ada lagi kematian. Semuanya kekal abadi di tempat masing-masing.” (HR Al-bukhori-Muslim)
Salam, Uung Gantira

Selasa, 07 Oktober 2008

"Maafkan Aku Istriku"


Setelah aku banyak membaca sejarah, cerita, kisah, pola pikir, perasaan, hati, surat kabar, serta semua yang berhubungan dengan kaumku dan kaummu. Ternyata jauh lebih banyak kaummu yang tersakiti oleh kaumku dibandingkan kaumku yang tersakiti oleh kaummu.

Setelah aku banyak membaca sejarah sebelum agamaku datang, begitu banyak kaummu yang dilecehkan oleh kaumku. Bila kaummu baru melahirkan kaummu, maka dengan entengnya kaumku mengubur kaummu. Kaumku saat itu merasa malu dengan hadirnya kaummu di antara kaumku, padahal karena jasa kaummulah kaumku bisa terlahir di dunia ini.
Setelah aku banyak membaca cerita kaumku yang dilahirkan oleh kaummu, begitu banyak kaumku yang menghianati kaummu. Padahal awalnya kaummu dengan rasa sayang yang luar biasa membesarkan kaumku. Kaummu dengan sayangnya menyusui kaumku yang masih bayi yang hanya baru bisa menangis. Namun saat kaumku telah menginjak besar dan mandiri, kaumku dengan sombongnya melupakan jasa-jasa kaummu.

Setelah aku banyak membaca kisah cinta antara kaumku dan kaummu, begitu banyak hati kaummu yang disakiti oleh kaumku. Mula-mula kaumku dengan perjuangan yang begitu hebat berusaha mendapatkan hati kaummu yang terus menerus menolak hati kaumku. Namun saat hati kaummu luluh dan mencintai hati kaumku, maka dengan seenaknya kaumku meninggalkan kaummu. Sehingga akhirnya banyak dari kaummu yang memutuskan untuk sendiri seumur hidupnya karena rasa sakit yang luar biasa akibat dari perbuatan kaumku.

Setelah aku banyak membaca pola pikir kaumku dan kaummu, begitu banyak kaummu yang memilih kaumku semata-mata hanya karena cinta kaummu pada kaumku. Padahal kaumku tidaklah terlalu tampan, tidaklah terlalu pintar, tidaklah terlalu kaya, tidaklah terlalu hebat. Kaummu memilih kaumku hanya karena rayuan gombal dari kaumku yang pandai mengobral janji-janji kosong. Namun saat didalam badan kaummu berisi sesuatu yang berasal dari kaumku. Kaumku dengan pola pikirnya yang so’ rasional begitu mudahnya dia lari dari tanggung jawab yang tidak menguntungkan ke so’ rasionalannya, sehingga kaummu menahan rasa malu yang luar biasa sendirian dihadapan orang-orang yang senantiasa menghina kaummu.
Setelah aku banyak membaca perasaan kaumku saat belum dikaruniai darah dagingnya, kaumku dengan enaknya menyalahkan kaummu. Kaumku tanpa ijin dari kaummu menikah lagi untuk menenangkan perasaan kaumku, padahal saat itupun perasaan kaummu benar-benar menderita bahkan bisa jadi kekurangan itu berada pada kaumku. Namun kaumku dengan gengsi yang sangat tinggi tidak mau mengakui kekurangan yang bisa saja ada pada diri kaumku.
Setelah aku banyak membaca hati kaumku yang telah mendapatkan dari hasil perjuanganmu yang menahan rasa sakit yang luar biasa disaat-saat darah daging kaumku lahir dari perut kaummu. Dengan mudahnya sebagian besar cinta hati kaumku beralih ke darah daging kaumku sehingga hati kaummu mulai terabaikan oleh kaumku, padahal kaummulah yang jauh lebih berjasa dalam melahirkan hati kebahagiaan kaumku.

Setelah aku banyak membaca surat kabar mengenai kaumku dan kaummu, begitu banyak kaummu yang teraniaya oleh kaumku. Kaummu dicaci maki, ditampar, ditendang, bahkan banyak dari kaummu yang dibunuh oleh kaumku, padahal pengorbanan yang telah kaummu lakukan pada kaumku begitu besar. Namun kaumku dengan so’ berkuasanya memaparkan pengorbanannya yang tidak seberapa banyak dibanding pengorbanan kaummu pada kaumku.
Setelah aku banyak membaca kaumku yang menikahi banyak kaummu, aku melihat mereka merasa diri suci mengikuti sunnah nabiku. Padahal nabiku menikahi kaummu semata-mata hanya untuk menolong kaummu yang sudah tua, menderita dan sengsara yang tidak mungkin kaumku mau menikahinya. Kaumku saat ini banyak menikahi lebih dari satu dari kaummu yang semata-mata hanya karena kecantikan dari kaummu.
Setelah aku banyak membaca masa di kehidupan nanti bahwa kaummu di neraka nampak lebih banyak dibandingkan kaumku. Kaumku dengan sombongnya menganggap diri lebih suci dibandingkan kaummu. Padahal bisa saja di surgapun kaummu jauh lebih banyak dibandingkan kaumku karena berdasarkan logikaku, saat ini kaummu yang hidup didunia jauh lebih banyak dibandingkan kaumku.

Setelah aku banyak membaca agamaku mengenai kaummu, ternyata kedudukanmu begitu dimuliakan oleh agamaku. Agamaku mengharuskan kaumku menghormati dan menyayangi kaummu yang telah melahirkan kaumku dan kaummu. Agamaku menempatkan kaummu sebagai tiang negara kaumku dan kaummu. Do’a dari kaummu sangat didengar oleh Tuhanku saat kaummu mendoakan kaumku dan kaummu yang telah lahir dari kaummu. Kaummu diakhirat kelak bisa menarik kaumku dari dalam surga ke dalam neraka dan bisa juga menarik kaumku dari dalam neraka ke dalam surga. Ternyata kaummu begitu mulianya di pandangan agamaku.

Setelah aku banyak merenungi semua mengenai kaumku dan kaummu. Aku semakin merasa malu atas tindakan so’ jago, so’ berwibawa, so’ berjasa, so’ pintar, so’ suci, so’ pahlawan dan so’so’ lainnya dari kaumku terhadap kaummu. Sebagai rasa penebus maluku pada kaummu, aku berjanji akan senantiasa membimbing, menyayangi, mencintai, melindungi, menghormati, dan mencurahkan cintaku padamu istriku.

Maafkan aku istriku jika pengorbananku pada dirimu masih tetap jauh di bawah pengorbananmu pada diriku. Namun aku akan terus berusaha sepenuh hatiku agar pengorbananku setara dengan pengorbananmu. Aku sungguh sangat mencintaimu istriku.

Salam, Uung Gantira

Senin, 06 Oktober 2008

Dirimu Adalah Belahan Jiwaku Sayangku


Pada awal pertemuan dengan dirimu. Rasa cinta yang kurasakan saat itu tidaklah semanis yang kurasakan saat ini. Dulu yang kurasakan saat berdekatan denganmu adalah detakan jantung yang membuat darah ini mendidih. Ingin rasanya tangan ini meremas tanganmu, badan ini memeluk tubuhmu dan bibir ini mencium keningmu. Namun yang kurasakan dalam hati kecilku rasa ketakutan dan keberanian yang saling tarik menarik untuk mendekati dan sekaligus menjauhi keinginan itu.

Setelah ikatan suci disahkan, yang kurasakan saat berdekatan denganmu adalah kesejukan yang meresapi seluruh jiwa dan ragaku. Saat meremas tanganmu, tanganku terasa memegang intan permata yang tak ada duanya di alam semesta ini. Saat memeluk tubuhmu, jiwaku terasa menyatu dengan jiwamu menjadi suatu jiwa yang utuh dan sempurna. Saat mencium keningmu, bibirku terasa mencicipi air talaga surga yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Hati kecilku merasakan kebahagiaan surga dunia yang menggetarkan setiap sel ragaku.

Saat aku berada di tempat yang jauh dan merasakan kerinduan pada dirimu, maka aku langsung menelponmu. Dan pada saat yang bersamaan dirimupun merasakan yang sama sehingga kerinduan itu menyatu menjadi sebuah keutuhan yang sempurna. Ini kurasakan bahwa ada suatu ikatan batin yang menyatu antara kita. Aku merasakan sebuah komunikasi getaran jiwa di antara kita.

Saat aku dan dirimu bersama kembali, yang kurasakan adalah kedamaian yang meresap dalam seluruh jiwaku. Semua rasa resah dan gelisah terus tercurahkan dengan bebasnya pada dirimu. Saat dirimu menangis untuk mencurahkan rasa sedihmu, diriku merasa bagai seorang kesatria yang selalu siap menghiburmu sehingga kesedihanmupun berubah menjadi canda yang menghangatkan dunia kita.

Begitu pula pada saat diriku merasakan uneg-uneg yang luar biasa pada lingkungan kerjaku. Akupun mencurahkannya pada dirimu sehingga yang kurasakan adalah perubahan dari hati yang gelisah menjadi hati yang damai. Itulah nikmatnya berada disisimu belahan jiwaku.

Salam, Uung Gantira

Belahan Jiwa


Belahan jiwa bukanlah pasangan hidup yang mempunyai kesamaan dalam segala hal. Namun belahan jiwa adalah sesuatu yang satu dengan yang lainnya saling melengkapi. Sehingga kekurangan di satu pihak akan terisi oleh kelebihan di pihak yang lain begitu pula sebaliknya.

Belahan jiwa dapat diandaikan bagai hati di belah dua. Sesuatu yang kelihatan sama tapi tidak sama karena yang satu ada disebelah kiri dan lainnya ada disebelah kanan. Bila keduanya disatukan jadilah hati yang sempurna.

Jadi belahan jiwa bukanlah seperti belahan hati yang sama sama sebelah kiri dan bukan pula yang sama-sama sebelah kanan. Karena bila keduanya disatukan akan tetap menjadi jiwa yang hanya punya sebelah tidak menjadi sesuatu yang utuh.

Bila seseorang sudah merasa sebagai belahan jiwa bagi pasangan hidupnya, maka dia akan merasakan apa yang bagian lain rasakan walaupun mereka berada pada jarak yang berjauhan. Mereka akan berkomunikasi dengan getaran jiwa masing-masing tanpa dapat dimengerti kejadian prosesnya.

Pasangan jiwa yang utuh bagaikan pasangan suami istri yang menyatu. Kebahagiaan yang dirasakan suaminya pada saat istrinya merasakan bahagia begitu pula sebaliknya. Karena bila yang satu membuat pasangannya menderita pada dasarnya dia telah membuat dirinya sendiri menderita. Sebagaimana tangan kita apabila yang sebelah kiri terluka maka tangan yang kanan akan merasakan penderitaan pula.

Oleh karena itu, perhiasan yang paling istimewa di dunia ini bagi seorang suami adalah mempunyai seorang istri yang menyenangkan batinnya, begitu pula sebaliknya. Jadi pasangan hidup yang diharapkan adalah pasangan yang dapat membuat kenyaman hatinya saat di rumah dan juga saat di luar rumah. Secara fitrahnya bila seseorang telah berkeluarga maka imannya akan sempurna, kebahagiaannya akan berlipat dan kedamaiannya akan meresap.

Kita semua tahu bahwa manusia diciptakan di dunia ini hanyalah untuk beribadah kepada Sang Maha Pencipta. Ibadah manusia kepada-Nya dapat dalam berbagai bentuk, salah satu diantaranya adalah saling menyempurnakan pasangan hidupnya. Bila itu tidak dilakukan maka pada dasarnya seseorang telah menyalahi aturan kehidupan yang sebenarnya.

Bila terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan serta membuat keduanya bertengkar secara terus menerus, berarti disini ada sesuatu yang salah. Karena pertengkaran itu bukanlah sebagai tujuan hidup suatu pernikahan. Yang terbaik bagi keduanya adalah sama-sama berintropeksi apa yang seharusnya mereka lakukan untuk kesempurnaan bersama. Bukan menuntut kesempurnaan dari pasangannya, karena hal itu tidak mungkin tercapai tanpa penyatuan keduanya secara utuh.

Pertengkaran umumnya disebabkan oleh tuntutan dari masing-masing yang mengharuskan pasangannya seperti dirinya. Padahal belahan jiwa adalah sesuatu yang sama namun tidak sama. Bila semuanya sama maka tak perlu lagi adanya penyatuan jiwa. Pasangan hidup yang sejati akan berusaha saling melengkapi untuk mencapai kesempurnaan hidupnya.

Pada saat kita menuntut hak pada pasangan kita maka pada saat yang bersamaan kitapun dituntut untuk melakukan kewajiban. Namun bila cinta dan kasih sayang sudah meresap pada keduanya, maka hak dan kewajiban bagaikan sebuah kehidupan yang menghiasi keindahan dalam berkeluarga.

Jadi yang namanya belahan jiwa bukanlah segala sesuatu yang serba sama tapi sesuatu yang berbeda yang saling melengkapi antara yang satu dengan yang lainnya sehingga tercapai kesempurnaan hidup. Bagaimanapun juga belahan jiwa akan selalu saling mengisi dan terus memberikan yang terbaik buat pasangannya masing-masing.

Salam, Uung Gantira

Rabu, 24 September 2008

"Kesempatan yang Terabaikan"


Pada suatu negeri, terdapatlah seorang raja yang sangat kaya dan mempunyai kekuasaan yang tak terbatas. Daerah kekuasaannya mengandung berbagai macam kekayaan yang berlimpah ruah yang tak habis-habisnya.

Lautnya berlimpahkan berbagai macam jenis kekayaan yang sangat mengagumkan, terkandung berbagai macam jenis ikan yang berkembang dengan cepatnya, ada minyak dan gas yang takkan pernah habis sampai kapanpun, ada banyak terumbu karang yang sangat indah dan mengagumkan.

Daratannya memendam berbagai macam kemewahan yang tak pernah habis digunakan. Tanahnya mengandung zat hara yang sangat tinggi sehingga tanaman apapun akan tumbuh dengan suburnya, air tanah didalamnya berlimpah ruah tanpa batas. Intan, emas, permata, berlian, minyak bumi, gas, dan berbagai jenis bahan tambang yang sangat berharga tertanam di dalam daratan tersebut.

Saat dia mengunjungi daerah A yang masih berada di bawah kekuasaannya. Terlihat rakyatnya dalam kehidupan yang sangat menyenangkan. Mereka makan dengan makanan yang diinginkannya, minum dengan minuman yang mereka senangi. Mereka mendapatkan semua itu karena telah memanfaatkan ilmu yang dimilikinya untuk mengeksploitasi kekayaan yang terkandung di daerah yang tempatinya. Setelah melihat itu, raja tersebut tersenyum bahagia karena kagum atas kecerdasan rakyatnya yang telah memanfaatkan otak yang mereka miliki.

Saat raja mengunjungi daerah B yang juga berada di bawah kekuasaannya. Terlihat penduduk
ditempat itu dalam kehidupan yang sangat menyengsarakan. Pada saat lapar, mereka memenuhi kebutuhannya dengan mencari cacing dan belatung yang ditemui di permukaan tanah sehingga membuat perutnya semakin lapar dan mual. Pada saat haus mereka mendatangi air laut dan meminumnya sehingga membuat kerongkongan mereka semakin haus. Melihat itu, raja sangat marah akan kebodohan rakyatnya di daerah B yang tak memanfaatkan otak yang mereka miliki untuk menggali kekayaan yang terpendam.

Saat dia mengunjungi daerah C yang juga berada di daerah kekuasaannya. Disana terdapat anak muda yang tidak tahu apa-apa. Lalu penguasa itu mengajak anak muda tersebut melihat daerah A dan daerah B namun hanya melihat tidak diperkenankan untuk merasakan situasi keduanya. Dan dikatakan kepada anak muda di daerah C itu, bahwa dulu mereka diberi kesempatan dikirim ke daerah yang kaya akan berbagai macam ilmu pengetahuan.

Penduduk A telah memanfaatkan kesempatannya untuk belajar berbagai macam ilmu pengetahuan yang ada hubungannya dengan tehnik mengolah segala macam jenis kekayaan yang terkandung di daerah yang mereka tempati. Akhirnya seperti yang terlihat, mereka hidup dalam kemewahan yang luar biasa. Begitu pula penduduk B, merekapun diberi kesempatan yang sama untuk menimba berbagai jenis ilmu pengetahuan. Namun sayangnya penduduk B malah menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan, sehingga saat pulang dari negeri yang kaya ilmu itu. Penduduk B tetap bodoh seperti yang terlihat saat itu.

Setelah mengunjungi Daerah A dan B, pemuda tersebut mengerti dan paham akan situasi yang ada. Kemudian pemuda itu dikirim ke daerah yang kaya akan ilmu yang dibutuhkan untuk mengolah tanah yang ditempatinya. Pada saat dia berangkat dia bertekad akan memanfaatkan kesempatan dengan sebaik mungkin, agar bisa hidup mewah seperti yang dia lihat di daerah A.

Setelah sampai ditempat tujuannya, pada awalnya pemuda itu tetap pada tujuan semula yaitu menuntut ilmu yang ada hubungannya dengan kekayaan yang terkandung di dalam tanah yang dimilikinya. Namun lambat laun dia mulai tergoda untuk mengikuti kesenangan lain yang terdapat di daerah yang kaya akan berbagai macam ilmu pengetahuan itu.

Pemuda itu mulai merasakan nikmatnya minum-minuman keras, nikmatnya pergaulan bebas serta nikmatnya keglamoran hidup lainnya. Disamping itu, diapun mulai mempelajari ilmu berjudi, ilmu sihir dan berbagai ilmu lainnya yang tidak ada hubungannya dengan ilmu tentang mengolah kekayaan alam yang akan ditempatinya.

Padahal ditempat tersebut, banyak sekali ilmu pengetahuan mengenai pertanian, pertambangan, perikanan, perhutanan, dan berbagai jenis ilmu lainnya yang sangat berlimpah tersedia disana. Tapi sayang si pemuda itu lupa akan tujuan awal dia di kirim ke tempat dunia ilmu tersebut.

Detik, menit, jam, hari, bulan dan tahunpun berlalu. Pada saat diumumkan bahwa besok pemuda itu akan dilantik serta diwajibkan untuk kembali ke daerahnya masing-masing. Baru dia tersadar akan kebodohannya, dia minta diperpanjang waktunya untuk menimba ilmu yang dibutuhkannya namun sayang semua sudah terlambat.

Terbayang di matanya kehidupan yang akan dia alami seperti kehidupan yang dialami oleh penduduk B. Saat itu, dia hanya bisa menangis dan meraung-raung akan penyesalan yang tak mungkin bisa diperbaiki.
----------
Membaca kisah fiksi di atas, akankah kita menyia-nyiakan kesempatan di dunia yang sangat singkat ini? Padahal tujuan akhir hidup kita adalah di kehidupan abadi nanti....

Q.S. Al Anbiya (21) ayat 35:
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.'

Q.S. An Naml (37) Ayat 89-90:
'Barangsiapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik daripadanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari pada kejutan yang dahsyat pada hari itu'. 'Dan barangsiapa yang membawa kejahatan, maka disungkurkanlah muka mereka ke dalam neraka. Tiadalah kamu dibalasi, melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan'

Q.S. Thaaha (20) ayat 124:
''Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.''

Salam, Uung Gantira

Selasa, 23 September 2008

“Roda Kehidupan”

Bila kita melihat roda kehidupan ini, maka kita akan menyadari bahwa setiap orang mempunyai permasalahan yang berbeda-beda. Masalah tersebut bagi seseorang dapat menjadi beban tapi bagi yang lain tidak, begitu juga sebaliknya.

Agar kita bisa merasakan ketenangan dan kebahagiaan batin dalam menghadapi roda kehidupan ini, maka kita bisa menghadapinya dengan dua pilihan, yaitu bersyukur atau bersabar.

Pada saat kita ditimpa kesusahaan, maka solusi yang terbaik adalah dengan bersabar. Bersabar dalam menjalani, bersabar dalam menerima serta bersabar dalam berjuang untuk lepas dari penderitaan tersebut.

Kita semua mengetahui bahwa kenikmatan sehat itu akan benar-benar terasa pada saat pergantian antara sakit dan sehat. Begitu pula kenikmatan batin, akan terasa pada saat pergantian antara masalah yang kita hadapi dan terselesaikannya masalah tersebut.

Jadi pada intinya adalah pada saat kita mendapatkan penderitaan, maka bersiap-siaplah untuk menyambut kebahagiaan yang akan datang menemui kita. Sebaliknya, pada saat kita mendapatkan kebahagiaan, maka bersyukurlah karena nikmat yang disyukuri akan semakin menambah kenikmatan itu sendiri.

Orang yang menghadapi roda kehidupan dengan cara bersabar dan beryukur kepada-Nya maka siap-siaplah untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di kehidupan abadi nanti. Pada saat kebahagian di kehidupan abadi datang pada kita maka yang ada hanyalah rasa syukur tidak ada lagi yang namanya bersabar.

Dan sebaliknya janganlah kita menghadapi hidup ini dengan putus asa atau sombong karena keduanya akan membinasakan kita.

Bila ditimpa malapetaka, kita putus asa bahkan sampai bunuh diri maka yang akan kita terima adalah penderitaan di kehidupan yang abadi nanti. Begitu pula bila kebahagiaan yang kita terima menyebabkan kita jadi sombong, maka siap-siaplah menerima kesengsaraan di dunia dan di kehidupan abadi nanti.

Pada saat kesengsaraan yang abadi itu datang pada kita maka yang akan ada hanyalah putus asa yang abadi, tidak ada lagi yang namanya kesombongan.

Jadi bila kita ingin mendapatkan kebahagiaan dalam menghadapi roda kehidupan ini, maka yang dapat kita lakukan adalah dengan cara bersabar atau bersyukur.


Salam, Uung Gantira

Senin, 22 September 2008

SEPULUH CIRI ORANG YANG BERPIKIR POSITIF

Temen-temen PIM410, kita kan sudah bisa dikatakan sebagai kaum intelektual, karena memang pendidikan kita bisa dibilang tinggi. Salah satu ciri kaum intelektual adalah berwawasan luas dalam memandang sesuatu hal. Ciri lainnya adalah selalu berpikir positif, yaitu memandang sesuatu dari segi posistif. Dengan berpikir positif, hidup kita terasa ringan, bagaikan kapas yang tertiup angin, bisa hinggap dimana saja. Tidak sengsara, karena terbebani oleh pikiran sendiri.

Namun tentu saja pikiran itu tidak selalu stabil, seringkali pikiran negatif juga turut muncul menghiasi hari-hari kita. Karena memang keadaan diri kita tidak stabil, tergantung situasi dan kondisi. Kondisi ini kerapkali menjadi masalah bagi kita. Nah sekarang bagaimana menciptakan kondisi hidup kita agar bisa menghilangkan pikiran negatif. Berikut saya akan menyebutkan 10 ciri orang yang berpikir posistif.

1. Selalu melihat masalah sebagai tantangan, bukan beban
2. Selalu menikmati hidup dalam keadaan apapun juga
3. Selalu berpikiran terbuka untuk menerima saran dan kritik dari orang lain
4. Selalu mengenyahkan pikiran negatif saat pikiran itu terlintas di benaknya
5. Selalu mensyukuri apa yang dimilikinya
6. Tidak mau mendengarkan gosif yang tidak jelas
7. Tidak membuat alasan, tapi membuat tindakan
8. Selalu menggunakan bahasa positif dalam kesehariannya, misalnya memuji orang dsb.
9. Selalu berprilaku positif dalam kesehariannya, misalnya senyum, ramah dsb.
10. Peduli pada citra dirinya, berusaha tampil baik.

Nah, itulah temen-temen PIM410 tanda-tanda orang yang selalu berpikir positif. Semoga kita termasuk didalamnya. Capailah cita-cita dan harapan dengan selalu berpikir positif dan menghilangkan pikiran negatif. Karena arus yang masuk positif, akan keluar positif pula. Sukses selalu untuk PIM410. Kalian memang ok...

Written By. U. Arie

Minggu, 21 September 2008

LIFE IS WISH

Wish is instinct. We was born because of wish. That is, wish of our parent to get a child as their generation. Because it would make them happy. They look for some ways to reach their wish.

Begin to look for dear, to propose, and up to marriage. Then they have a baby. They were happy. Because, a wish have reached. A small feast celebrated to welcome their baby, and thank to God.

After their baby born, other wish appear. They wish their baby health. Because, baby health make them happy. They nurse their baby with love, don’t know time, all of their time just for baby, from morning up to night, even up to morning again.

Don’t know tired. All of their energy and their thinking just for baby. If the baby sick carried to a doctor. The baby health. They were happy, because other wish have reached. Smile adorne their days.

After their baby health, other wish still reach. They wish their child be decent, clever, educated, and obedient. Because these make them happy. They educate, train finely, from speaking, up to well behaviour.

Don’t until it, they enter to religion school, general school, even up to university. In the time, don’t just time, force, and thinking, but also money, and goods. They work hard to cost education. They were happy. Because, their wish have reached.

Don’t parent, a child has wish, too. The wish appear since baby. First, baby wish mother milk. Only it make the baby happy. But baby do’t do anything, Don’t speak, to give a hint no. Their brain begin work to find ways, finally the baby cry. Only it the baby do, and to hope their mother understand by the cry. With love, the mother grant their hope. The baby happy, and crying is stop. A sweet smile appear by leaf as expression thank to their mother.

After getting mother milk, other wish appear. The baby wish eat, eat make the baby happy. But the wish only expressed by crying. Because, the baby speak not yet, or to give a hint.

The mother understood by the crying. With love, the mother give food. Don’t usual, but specially food, in high protein. The baby happy, because other wish has reached. Also, a sweet smile appear by leaf as expression thank to their mother.

A few month later, other wish appear. The baby wish embraced, holded on, kissed, joked, bathed, changed its napkin. The baby seen very happy if their hope granted. If not, the baby cry as expression disappointed.

A few year later, other wish appear. The child wish bought new fashion, new shoes, new bag school, and other wish. If do’t granted, they angry. Disappointed begin expressed by speaking. The child character seen clear.

Also when adulf. Even, its wish is distinguish of when they was child. They would like to enter favorite school, wish bough handphone, wish bough motor cycle, wish enter to university, wish bough a car, and other wish. If don’t granted, they angry. Disappointed expressed don’ speaking, but by their hand. The behaviour make parent disappointed.

So, wish always appear everytime. It begun by get up in the morning. They wish refresh, wish near of God, wish less thirsty, wish satisfied, other wish. In order to refresh, they have to take a bath. In order to near of God, they have to pray, in order to less their thirsty, they have to drink. In order to satisfied, they have to eat. So, by the wish, they have to act to reach their wish.


Written by U. Arie

WEBSITE PIM410 TELAH DIAKSES NEGARA LAIN

Artikel ini ditulis sehabis sahur, saat dimana saya hampir kehilangan ide, artikel apalagi yang harus ditulis. Sudah beberapa hari pencarian ide dilakukan, tapi nampaknya belum muncul juga. Hilangnya ide ini disebabkan karena keterbatasan saya dalam mengingat kenangan di Sukamandi. Untuk itu, saya mohon bantuan rekan-rekan untuk turut mengelola agar website tetap hidup selamanya.


Sebagai salah satu orang yang turut mengelola, saya merasa bertanggung jawab atas keutuhan website ini. Karena website ini dirasakan perlu sebagai wadah untuk mempererat silaturohim antara peserta PIM410. Inilah pertanda bahwa persatuan, kesatuan dan persaudaraan masih tetap terjalin. Ini juga kelebihan PIM410 dibanding angkatan sebelumnya.


Setelah berbagai artikel kenangan ditulis, rasanya belum cukup bagi rekan-rekan dalam mengingat kenangan indah itu, mengingat kenangan itu sangat banyak. Kalau digali, mungkin lebih dari seribu artikel bisa diturunkan, tergantung dari rekan-rekan masing-masing. Dengan terjunnya rekan-rekan, persaudaraan ini akan semakin dekat. Meski jauh di mata, tetapi dekat di hati.


Pada minggu lalu, saya telah memposting photo seluruh peserta PIM410. Photo itu diambil dari buku kenangan, setelah melalui proses reproduksi. Mengapa, karena saya tidak punya sumber. Pemasangan photo ini bertujuannya agar rekan-rekan dapat mengingat wajah seluruh peserta PIM410. Dengan begitu, rekan-rekan dapat melepas kerinduan. Tujuan lainnya agar rekan-rekan rajin mengunjungi website ini.


Perlu diketahui, bahwa pada website ini telah dipasang berbagai asesoris. Asesoris ini dapat mengetahui siapa dan darimana pengunjung berasal. Beruntung sekali, pada minggu lalu, ada pengunjung dari negara lain, seperti Malaysia dan Italia. Perlu juga diketahui, bahwa salah satu kepuasaan pemilik website adalah bila ada pengunjung datang. Sebab percuma saja membuat website, kalau tidak ada pengunjung.


Untuk itu, selain artikel kenangan, rekan-rekan juga bisa menulis artikel lain yang tentunya tidak terlepas dari topik yang telah disepakati, seperti analisis tentang kepemimpinan, motivasi kepemimpinan dan kiat-kiat pengelolaan website. Dengan artikel seperti itu, maka website kita dapat diakses berbagai kalangan, seperti pengunjung dari negara lain, rekan-rekan kita selain PIM410 dan juga para atasan kita.

Sukses selalu untuk kita

Kamis, 18 September 2008

JEJAK PENDAPAT PIM410

Diklat Kepemimpinan sangat berbeda dengan pelatihan lain. Diklat ini memakan waktu yang cukup lama, 43 hari, dan dilakukan di sebuah tempat yang sangat jauh. Seluruh peserta harus meninggalkan tempat kerja. Ada untung, dan ada ruginya. Untungnya, terbebas dari beban kerja. Ruginya, pendapatan berkurang, karena tidak dapat uang makan, dan penghasilan lainnya. Selain itu seluruh peserta harus berpisah keluarga. Itulah yang paling berat.

Dalam kondisi seperti ini, ternyata Hape memiliki banyak manfaatnya. Benda ini sangat membantu dalam melakukan pembicaraan jarak jauh. Misalnya dengan istri, suami, anak, bos, teman dan relasi. Selain untuk melakukan pembicaraan jarak jauh, Hape juga bisa digunakan untuk mengirimkan pesan tertulis (SMS), dan pesan tersebut dapat diterima dalam waktu yang singkat.

Berkat Hape setiap peserta bisa melepas sedikit kerinduan dengan orang-orang yang dicintainya. Bahkan dengan benda inipun, setiap peserta bisa melakukan transaksi bisnis, sehingga bisnis yang ditinggalkan tetap berjalan dengan baik, dengan tidak mengurangi keuntungan yang didapat dari bisnis tersebut. Inilah manfaat benda kecil kecanggihan teknologi.

Selain bermanfaat sangat besar, benda ini ternyata telah berdampak lain. Karena Hape, keadaan peserta menjadi lain. Mereka selalu bertindak aneh, seperti ngomong sendiri di tempat sepi. Sering tertawa, karena dapat berita yang menyenangkan. Sering sedih karena dapat berita yang tidak menyenangkan. Sering emosi dan marah karena dapat berita yang menimbulkan amarah. Itulah dampak negatif Hape.

Nah, agar Hape ini berfungsi sebagai mana mestinya, maka kondisi benda ini harus tetap prima. Salah satu cara yang harus dilakukan adalah dengan nge-chase benda itu, yaitu mengalirkan setrum agar baterainya terisi. Disini, ada dua benda yang bekerja, yaitu charger sebagai pengalir setrum dan Hape sebagai yang dialiri setru. Charger akan meledak bila tidak dihubungkan dengan Hape, dan Hape akan loyo bila tidak diberi setrum.

Namun dalam PIM410, ternyata nge-chase diartikan lain. Itulah salah satu kelebihan dari PIM410, selain telah menumbangkan rekor diklatpim di BDA Sukamandi, yaitu sebagai angkatan yang memiliki nilai rata-ratai tertinggi, memiliki tingkat kehadiran paling tinggi (100 persen), memiliki kebersamaan dan kekompakan yang tinggi, dan sebagai angkatan yang paling kreatif, karena telah terbitnya buletin dan terciptanya website.

Namun dari katagori di atas, ternyata ada katagori lain yang tertinggal dari panitia penyelenggara. Katagori ini dinyatakan dalam surat tertulisnya yang dikirimkan melalui email diklatpim410@gmail.com . Dalam pernyataan mereka akan melakukan jejak pendapat dengan katagori sebagai berikut :
1. Yang paling banyak nge-chase (Hape).
2. Yang jarang nge-chase (Hape)
3. Yang tidak pernah nge-chase (Hape)
4. Yang paling banyak di-chase (hape)
5. Yang jarang di-chase (Hape)
6. Yang tidak pernah di-chase (hape)

Jejak pendapat ini rencananya akan dilakukaN selama dua bulan setelah diklatpim selesai. Agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar, maka seluruh peserta ikut berpartisipasi untuk memberikan pendapatnya. Pendapat itu dikirimkan via email di atas atau melalui SMS ke nomor 4108, dengan cara ketik NGE-CHASE spasi NAMA PESERTA, DAN ketik DI-CHASE spasi NAMA PESERTA.

Panitia PIM410

Rabu, 17 September 2008

“SUDAHKAH KITA MEMAMFAATKAN WAKTU DENGAN TEPAT ?”


A. Hubungan Waktu dengan Aktivitas Kita
Waktu merupakan sesuatu yang bisa dirasakan sangat cepat dan bisa pula menjadi sangat lambat. Hal ini tergantung pada pemanfaatan terhadap waktu tersebut. Pada saat kita mempunyai tugas yang banyak dengan waktu yang sedikit maka saat itu waktu terasa sangat cepat. Begitu pula pada saat kita mempunyai tugas yang sedikit dengan waktu yang banyak maka waktu akan terasa begitu lambat. Jadi cepat tidaknya waktu tergantung aktivitas kita.

Sering sekali kita mempunyai waktu dan tugas yang banyak. Namun dalam memanfaatkannya kita sering berleha-leha dan menunda-nunda pekerjaan yang ada. Kita merasa bahwa waktu begitu panjang, sehingga lebih mendahulukan keinginan daripada kebutuhan dalam pemanfaatannya. Akhirnya waktu terus berjalan dan baru tersadar saat sisa waktu tinggal sedikit. Yang terjadi adalah kita akan kelabakan dan mulai melakukan SKS (sistem kebut semalam) dalam mengerjakan tugas yang ada.

Kita semua tahu bahwa dengan sistem SKS tugas dapat terselesaikan juga. Namun hasil SKS kadang sering tidak seoptimal yang kita harapkan, yang didapat hanyalah output saja. Tidak ada suatu ilmu yang meresap dalam diri kita. Berbeda bila kita melakukannya dari awal dengan terus menerus maka manfaat yang dirasakan akan tertanam dalam diri kita. Sebagaimana sebuah pepatah ‘bila uang mudah didapat maka uang akan mudah pula hilangnya namun bila kita dengan susah payah mendapatkannya maka uang tersebut akan bertahan lebih lama’.

Bila kita mulai merasakan kebosanan, maka ber-refresing lah dengan melakukan pekerjaan yang paling kita senangi terlebih dahulu dengan tetap memperhatikan waktu yang ada. Setelah energi tumbuh maka bergantilah dengan pekerjaan lain yang lebih prioritas. Dengan demikian maka waktu kita akan termanfaatkan dengan baik.


B. Kemampuan Manusia dalam Mencapai Kesuksesan
Ada satu hal yang perlu kita ketahui mengenai kemampuan otak manusia. Menurut penelitian bahwa kemampuan otak manusia pada umumnya baru termanfaatkan sekitar 3%. Orang sejenius Albert Einsten baru memanfaatkan kemampuan otaknya antara 10-15%. Begitu pula dengan Tomas Alfa Edison, dia adalah salah seorang penemu yang sangat sukses, namun keberhasilannya dihasilkan dari usaha dan kerja keras yang pantang menyerah.

Melihat kemampuan otak yang luar biasa tersebut, pada dasarnya setiap orang mampu melakukan pekerjaan yang ada. Tidak ada yang namanya bodoh atau pintar. Yang membedakan antara satu dengan yang lainnya hanyalah apakah dia mau bekerja keras atau tidak. Bekerja keras itu bisa berupa bekerja dengan menggunakan otak ataupun bekerja dengan menggunakan fisik.

Menimbulkan semangat bekerja sangatlah sulit dibandingkan dengan bekerja itu sendiri. Pada saat kita mempunyai semangat untuk terus bekerja janganlah membuat kita menjadi sombong dengan menghinakan orang lain yang bekerja dengan malas. Karena pada dasarnya keinginan untuk bekerja keras datangnya dari Tuhan Yang Maha Berkehendak. Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah mengilhamkan pada hati kita untuk terus bekerja. Berbeda kalau seandainya kita tidak diberi keinginan untuk bekerja keras maka kita pun akan merasakan kemalasan yang sama.

Oleh karenanya, selalulah bermohon kepada-Nya agar diberi hati yang semangat untuk terus bekerja keras. Karena hanya Dialah yang membolak-balikan hati kita untuk terus berusaha mencapai apa yang kita inginkan. Jadi pada saat hati kita bersemangat untuk melakukan sesuatu yang terbaik maka ikutilah dorongan hati tersebut. Bila kita mengabaikannya maka lambat laun keinginan tersebut akan mulai menghilang. Bila ini terjadi maka sangatlah rugi, karena menumbuhkan hati yang penuh semangat sangatlah sulit.

Jadi bila kita ingin sukses dalam hidup ini dengan sebaik mungkin maka yang harus kita lakukan adalah bermohonlah kepadaNya, mengikuti apa yang hati kita inginkan, melakukan skala prioritas, serta melakukan refresing secukupnya untuk meningkatkan kembali semangat yang ada.

” Ya Allah, Sesungguhnya, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari duka dan kesulitan, kelemahan dan kemalasan, kekikiran dan ketakutan, tekanan utang, dan paksaan orang lain.” (HR Bukhori)

Salam, Uung Gantira

Selasa, 16 September 2008

NAPAK TILAS OL

Hari pertama masuk kantor seusai menjalani 'pesantren' di BDA Sukamandi adalah melaksanakan tugas perjalanan dinas ke Provinsi Banten. Perjalanan dalam rangka Monev Terpadu DKP tersebut memang dikoordinasikan oleh Ditjen. KP3K yang melibatkan seluruh unit eselon I DKP.

Tapi tunggu dulu, ini bukan tempatnya untuk cerita soal perjalanan dinas atau membahas laporan perjalanan dinas, he he he... Tapi saya pingin berbagi sedikit cerita yang ada kaitannya dengan OL kita dulu (tepatnya beberapa waktu lalu !).
Selepas acara/kegiatan utama yang dipusatkan di kawasan Pantai Labuan (Kab. Pandeglang), saya masih punya kesempatan untuk tinggal di Ibukota propinsi karena memang harus melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas KP Propinsi. Nah, kesempatan ini yg tidak saya sia-siakan....

Sewaktu kita OL di Serang dulu (sekali lagi, tepatnya beberapa waktu lalu !), hampir tidak ada kesempatan untuk 'meng-explore' kota Serang, khususnya makanan khas setempat. Maklum waktu itu khan acara kita sangat padat, bahkan terlalu padat. Padahal salah satu 'ritual' yang tidak pernah saya lewatkan kalau berada di suatu tempat yang baru adalah 'mencicipi' hidangan khas setempat. Sebenarnya ada juga niatan untuk mengusulkan ke panitia diklat agar kita punya kesempatan untuk 'makan bersama' di luar hotel dengan acara yang sedikit rilex setelah melewati 3 hari yang sangan berat di Serang. Tapi, rasanya sulit untuk dapat diwujudkan, lha wong urusan kertas 4 rim aja jadi ribet, apalagi kalo traktir makan 40 orang (maaf... maaf... sekali lagi maaf !).

Berdasarkan informasi awal, berikut adalah makanan khas yang di sekitar Kota Serang: sate bandeng, nasi uduk sum-sum, empal daging kebo (kerbau), termasuk duren diantaranya. Pernah sekali mencoba untuk mencari panganan khas tersebut di sekitar hotel, namun sekali lagi karena keterbatasan waktu, saya yang ditemani 3 wanita cantik peserta Diklatpim 410 hanya berhasil menemukan beberapa potong kue serabi saja. Malam berikutnya (sekitar jam 1 malam) saya ditemani 1 wanita cantik lainnya yang juga peserta diklatpim 410 mencoba lagi peruntungan, namun yang ditemukan hanyalah 'índomie rebus'. Tapi karena kelaperan, terpaksa lah diembat juga, he he he... nasib... nasib.

Nah, kesempatan kembali ke Serang semakin menambah saya penasaran, meskipun sudah masuk bulan puasa. Sesampainya di Kota Serang, strategi pertama adalah check-in di hotel yang dulu (lagi-lagi, tepatnya beberapa waktu lalu !), Hotel Wisata Baru. Tapi ada yang beda di sana sekarang. Hotel itu tengah dalam proses renovasi, terutama di bagian tengah. Kalo gak salah itu deretan kamarnya Sonta sampai Kusdiantoro. Tapi karena alasan untuk nostalgia, saya putuskan untuk tetap nginap di situ dan mengambil kamar yang paling belakang, itu di deretan kamarnya Pak Nasrul Bansos. Mudah-mudahan sidang pembaca masih ingat saat mereka asyik ber-electon-an sampai pagi sambil bikin laporan OL kelompok.

Kembali ke soal makanan. Setelah acara ta'jil di hotel, saya putuskan untuk mulai lagi explore panganan di sekitar situ. Dan... akhirnya saya putuskan untuk santap sate bandeng dan empal daging kebo. Tempatnya gak terlalu jauh dari jalan raya dekat hotel, cuma jarak 'seperokok-an' saja. Ternyata, sate bandeng itu memang lumayan juga nikmatnya.... apalagi disantap setelah seharian menahan lapar puasa :)).Singkat cerita, tuntaslah penasaran dan dendam saya terhadap cita-cita yang belum terlaksana sewaktu OL beberapa waktu lalu.
Alhamdulillaahi robbil áalamiin... Gozi so samadesta !

Ya, Allah mudah-mudahan Engkau masih memberikan kesempatan kepada hamba-Mu ini untuk dapat menikmati lagi panganan khas yang lezat di tempat lainnya. Amiin.

posted by
Rofi

KEMULIAAN SESEORANG


Pada umumnya setiap orang mengharapkan kemuliaan buat dirinya. Untuk mendapatkannya ada yang melakukan dengan cara berusaha minta dihormati namun ada pula yang berusaha untuk memberikan penghormatan kepada orang lain.

A. Minta dihormati
Banyak orang yang berusaha mendapatkan kemuliaan dengan cara minta dihormati. Ada yang mendapatkannya dengan cara menindas bawahannya, ada yang melakukannya dengan cara mengagungkan dirinya dan menjelekan rekan-rekannya serta banyak lagi usaha lainnya yang bertujuan agar dirinya nampak lebih terhormat dipandang orang sekitarnya.

Tindakan di atas mendapatkan hasilnya, yaitu dia dihormati pada saat ada depan matanya. Namun dibelakangnya, orang-orang lebih cenderung mencibirkan serta menghinanya. Sehingga orang tersebut nampak mulia di pelupuk matanya namun hina di pelupuk mata orang lain.

Sebagaimana salah satu sabda nabi SAW “Barang siapa yang tidak menyayangi orang lain, ia tidak akan disayangi” (HR. Bukhori)

B. Berusaha Menghormati
Adapula orang yang mendapatkan kemuliaan dengan cara berusaha menghormati orang lain. Dia berusaha membantu serta mendorong kemajuan orang sekitarnya. Pada bawahannya dia memberikan kesempatan untuk lebih meningkatkan karirnya. Dengan sejawat dia berusaha untuk mendorong agar dapat sama-sama maju untuk kepentingan yang lebih besar.

Hasil dari tindakan di atas, dia mendapatkan penghormatan dari orang lain tanpa dia sadari. Orang-orang sekitarnya sering membicarakan kebaikannya. Di depan matanya semua orang terhormat, namun di mata orang lain dialah yang lebih terhormat.

Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan” (QS. Al-An’aam 6: 132)

“Kasihanilah mereka yang ada di bumi niscaya yang di langit akan mengasihani kamu” (HR. Tirmizi)

C. Kesimpulan
Melihat dua hal di atas, dapat disimpulkan bahwa kemuliaan seseorang didapat bukan dengan cara bagaimana agar orang lain memperlakukan kita tapi didapat bagaimana cara kita meperlakukan orang lain. Setiap orang akan diminta pertanggung jawaban terhadap apa yang telah dilakukannya bukan yang orang lain lakukan.

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula" (QS Az-Zalzalah 99:7-8)

Barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS Al-Baqarah 2:112)

Salam, Uung Gantira

Mr. " X " .... EMBER DAN TIGA CEWEK (bagian 2)

Temen-temen PIM410 pasti penasaran kan dengan tingkah pria itu, apa sih sebenarnya yang akan dilakukan oleh Mr. X tersebut, mari kita lanjutkan cerita yang sangat menarik ini. Jangan lupa, sebelum meneruskan, cobalah anda merancang cerita lain yang lebih menarik, agar temen-temen lain bisa mengenang masa indah di Sukamandi !

Sampai di kamar, pria itu langsung membuka pintu lemari. Sebuah benda yang selalu dibawa kemana saja dia pergi segera dijamahnya. Benda itu ba senjata pemikat baginya, seperti golok Si Jampang dari Betawi. Dia berdiri di depan cermin, dan memandangi dirinya, mulai dari kepala hingga ujung kaki. Senjata itu disentuhkan ke rambutnya berkali-kali hingga rambutnya rapi.

Ternyata aku ganteng juga, bisiknya dalam hati. Selain ganteng aku juga awet muda. Umurku yang sudah berkepala empat, nampak seperti pemuda berumur 17 tahun. Wajar saja kalau banyak cewek yang tergoda. Kini di sana sudah ada tiga cewek cantik. Dan aku yakin ketiga cewek itu akan tertarik denganku. Siapa dulu dong, Mr X. He.. heh... Di tersenyum sendiri. Cewek-cewek !

Tapi, temen-temen yang lain juga banyak yang ganteng, bisiknya lagi, lebih ganteng dariku. Tapi, aku yakin seratus persen, pasti ketiga cewek itu akan tertarik denganku. Aku ingin tunjukan kepada temen-temen, bahwa akulah nantinya yang akan mendapatkannya. Setelah aku mendapatkan salah satu dari ketiga cewek itu, temen-temen akan tahu siapa aku sebenarnya. Mr. X, he... heh... Kalau aku tidak berhasil, apa kata dunia.....

Tapi, bagaimana caranya ya...agar aku bisa berhasil mendapat cewek itu. Hah... aku punya ide, dia tersenyum sendiri. Penampilanku, dia berjingkrak kegirangan. Oh... ya penampilanku. Penampilanku harus dirubah agar lebih menarik. Bajuku harus diganti. Tapi, pakai apa ya... ? Dia berpikir sejenak. Setelah itu, dia melirik, menatap beberapa baju yang tergantung dalam lemari.

Baju yang pertama kali menarik hatinya adalah batik, baju yang selalu dipakainya pada Hari Jum’at selama Diklatpim. Batik, bisiknya. Ya.. pakai batik, bisiknya lagi. Tapi pantas nggak ya ? tanyanya dalam hati. Kalau aku pakai batik, penampilannku pasti beda, tidak seperti temen-temen. Dia kembali berpikir sejenak. Tapi, kalau aku pakai batik, aku seperti mau ke ondangan, padahal aku mau pergi bakar ikan. Nggak ah... nggak pantas, nanti aku bisa diketawain temen-temen.

Oh... ya, pakai baju koko, dia kembali berjingkrak, karena mendapatkan ide baru. Ya.. pakai baju koko. Lalu kebawahnya pake sarung, sarung asli Samarinda. Dengan begitu aku seperti ustad. Cewek-cewek itu akan menduga aku sebagai ustad yang rajin ke mesjid. Bukankah cewek-cewek akan senang dengan orang yang rajin ke mesjid. Dengan ide itu, segera memakai baju itu. Tapi setelah dipakai dan bercermin, dia kecewa. Ternyata nggak pantas. Masa mau pergi bakar ikan, pakai koko. Nggak... ah. Lagi pula, kalau pake sarung, aku seperti anak yang baru disunat. Nggak.. ah, nggak jadi, bisiknya.

Setelah membuka baju koko, dia meletakan baju itu pada tempatnya. Beberapa pakaian lain menjadi pusat perhatiannya. Diantaranya, ada baju seragam DKP, ada kemeja putih lengkap dengan dasinya, ada jas lengkap dengan celananya, ada kaos lengkap dengan jaketnya, ada juga kemeja lengan pendek yang baru dibeli beberapa hari lalu di Sukamandi. Dia menatap baju-baju itu. Nampaknya dia kebingungan sendiri.

(Nah... seru kan ceritanya. Temen-temen pasti penasaran. Tapi, cerita ini tidak akan diteruskan sekarang. Tentu saja tujuannya agar temen-temen rajin mengunjung website kita ini. Oh.. ya lakonya lagi bingung tuh, mau pake baju apa dia. Cobalah temen-temen bantu agar ditemukan caranya. Jangan lupa masuk ke Analisa Pohon Alternatif, agar dapet solusi terbaik... selamat bekerja !)

By. U. Arie

MASALAH

Ada yang bilang, hidup ini indah. Ada juga orang yang bilang, hidup ini buruk. Dua pendapat yang berlainan, tapi keduanya benar. Karena Allah telah menciptakan semua yang ada di dunia ini secara berpasangan, ada siang dan ada malam, ada gelap dan ada terang, ada kehidupan dan ada kematian, indah dan buruk, senang dan susah, bahagia dan sengsara serta yang lainnya.

Namun apakah setiap orang selalu merasakan hal yang sama selamanya. Tentu saja tidak. Orang yang sengsara tidak akan selamanya sengsara. Demikian juga orang yang bahagia tidak akan selamanya bahagia. Orang kaya tidak akan selamanya kaya, bisa saja dia jatuh miskin. Orang miskin tidak akan selamanya miskin, bisa saja dia menjadi kaya.

Itulah hidup. Hidup ini selalu berubah setiap saat. Dari detik ke detik. Dari menit ke menit. Dari hari ke hari. Bahkan dari tahun ke tahun. Apa yang dialami pada hari ini berbeda dengan apa yang dialami kemarin, meski berada di tempat yang sama dan jam yang sama. Apa yang dialami tahun lalu berbeda dengan apa yang dialami pada tahun ini, meski berada di tempat yang sama, bulan yang sama, hari yang sama dan jam yang sama.

Orang yang bilang hidup ini indah, karena dia sedang bahagia, sedang merasakan kesenangan. Tapi bisa saja suatu saat dia sendiri bilang bahwa hidup ini buruk bila dia sedang sengsara, sedang merasa susah. Itulah perasaan. Perasaan setiap orang bisa mengemukakan pendapat yang berbeda, tergantung apa yang dialaminya, tergantung dari keadaan dirinya pada saat dia mengemukakan pendapatnya.

Indah dan buruk, bahagia dan sengsara, serta senang dan susah tidak mungkin dirasakan pada saat yang bersamaan. Tidak mungkin orang sedang bahagia, juga merasakan sengsara. Karena kadar keduanya berbeda, pasti salah satunya ada yang lebih tinggi dan pasti salah satunya ada yang lebih rendah. Kadar yang tinggi akan mengalahkan yang rendah.

Namun apakah sebenarnya penyebab utama yang telah mengakibatkan orang menjadi sengsara, sehingga orang itu mengatakan bahwa hidup ini buruk. Tentu saja ada penyebabnya. Masalah, itulah penyebabnya. Masalah yang dihadapi seseorang dapat mengakibatkan orang itu sengsara, dan mengatakan bahwa hidup ini buruk. Orang yang mengatakan bahwa hidup buruk pertanda orang itu sedang menghadapi masalah.

Apakah sebenarnya masalah itu. Lalu, kenapa karena sebuah masalah bisa membuat orang sengsara. Masalah adalah suatu keadaan yang tidak diinginkan. Keadaan yang bertentangan dengan keinginan. Dalam kamus Bahasa Indonesia, masalah atau problem atau perkara adalah sesuatu yang harus dipecahkan. Kalau tidak dipecahkan, hidup orang yang sedang mempunyai masalah, tidak akan berubah, bisa sengsara selamanya.

Misalnya, orang yang ingin mudik, tetapi tidak punya uang. Nah, tidak punya uang adalah masalah bagi orang itu. Karena mana mungkin dia bisa mudik tanpa uang. Uang untuk ongkos mobil, biaya selama perjalanan, beli oleh-oleh, biaya hidup selama di kampung, dan ongkos balik lagi ke kota. Keadaan itu sangat mengganggunya, dan bisa membuat dirinya sengsara.

Agar bisa mudik, dia harus memecahkan dulu masalahnya. Nah, bagaimana cara memecahkan masalah itu, tentu dia harus mendapatkan uang. Setelah uang ditangan masalahnya selesai, dan dia bisa segera mudik. Namun bagaimana cara mendapatkan uang, tentu dia harus mencarinya. Hanya itu jalan satu-satunya. Nah, sekarang bagaimana temen-temen PIM410 menghadapi suatu masalah. Tentu temen-temen punya cara masing-masing, apalagi setelah ikut Diklatpim IV lalu. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Sukses selalu buat anda PIM410.

By U. Arie

Senin, 15 September 2008

KUAH IKAN BAKAR, LEZAAAAT..........

Cerber bagian 1

Wah, pasti ikan bakarnya sudah matang nih, bisik seorang pria berbadan kurus dan berkumis dalam hati. Nikmat sekali rasanya kalau aku bisa memakannya. Apalagi sehabis buka tadi, aku hanya makan sedikit. Bosan juga dengan masakan ibu dapur. Mulanya sih memang enak. Aku sering makan banyak. Tapi lama-lama jadi nggak enak. Apa memang bumbunya yang dikurangi atau memang aku yang lagi stress. Tapi sudahlah, yang pasti aku ingin makan ikan bakar. Nikmaat.

Diapun bangkit dari kursi dan menutup laptop yang sejak tadi menemaninya. Tempat tidur yang penuh dengan beberapa tas besar, dan semrawutnya kamar tak dihiraukannya. Yang ada dalam otaknya, hanya ikan bakar yang menururutnya sangat lezat. Namun tiba-tiba dia mengerutkan alisnya dan diam sejenak. Tapi aku malu sekali, kembali pikirnya dalam. Masa maunya cuma makan saja, tapi nggak mau kerja.

Tapi masa temen-temen nggak ngerti sih dengan keadaanku, dia tersenyum sendiri. Aku yakin mereka tahu kalau aku habis membongkar KKP. Hampir seluruh waktuku habis untuk itu. Jadi wajarlah kalau rasa lelah masih lengket di badanku. Tapi kalau teman-teman nggak ngerti, gawat juga. Bisa-bisa aku kena sindir. Padahal aku paling nggak enak kalau disindir. Bagiku lebih baik ngomong langsung dari pada seperti itu.

Ah... terserahlah. Teman-teman mau ngomong apa, yang penting aku ingin makan ikan bakar dengan sambal kecap yang sudah disiapkan sama Bu Ati dan kawan-kawan. Tidak ada istilah tersinggung. Selanjutnya boleh juga dong aku lihat gadis cantik yang konon katanya mau dibawa sama Agustiawan. Lagi pula masa sih malam terakhir ini, aku harus tinggal dalam kamar, nggak luculah. Lalu apa kata dunia.....

Dengan berbekal keyakinan dan sedikit tebal muka, pria tersebut keluar. Setelah mengunci kamar, dia berjalan ke arah Gerbang Wisma Baronang. Sampai di mulut gerbang dia memandang ke arah timur. Asap yang bertiup kearahnya meyakinkan kalau ikan bakar itu sangat lezat. Ditambah lagi dengan lantunan lagu dangdut yang jarang didengar selama diklatpim. Meski yang nyangi bukan penyanyi top, dan speaker yang ngerebek, tak apalah. Yang penting bisa ngiringi aku makan ikan bakar. Ha.. hah........ Pasti siiiiip.

Akhirnya pria itu benar-benar melanjutkan langkahnya. Keinginan untuk makan ikan bakar mengalahkan segalanya, terutama rasa malunya. Sampai di dekat bara api, dia melihat beberapa orang temen yang sedang asyik makan, sambil sekali-kali menarik napas, mungkin karena kepedasan. Sedangkan di depannya beberapa ekor ikan sudah matang. Melihat itu, dia menelan ludah, seperti dia sedang merasakan sendiri.

Dalam keadaan seperti itu, dia langsung jongkok di samping temennya. Dia ingin segera menikmati ikan bakar itu. Rasa malu segera diusirnya jauh-jauh. Dan kebetulan, beberapa temannya mempersilahkan dirinya sambil menekan tubuhnya agar jongkok depan ikan-ikan bakar. Bahkan sambal kecappun seperti datang sendiri, seakan-akan temen-temen itu sangat baik padanya. Tentu saja dia sangat senang. Tak lama lagi keinginan hatinya akan terwujud. Tetapi dia tidak tahu kalau ada bahaya yang akan mengancamnya.

Nah, apa maksud kebaikan temen-temen itu, dan bahaya apa yang mengamcam pria itu. Penasaran kan ? Nantikan cerita berikutnya... Kuah Ikan Bakar, Enaaaak.... Bagian 2

By U. Arie

Mr. " X " .... EMBER DAN TIGA CEWEK

Cerber Bagian 1

Seorang pria tinggi, besar dan gempal keluar dari persembunyiannya. Wajahnya sangat tampan, dengan hidung mancung dan dengan kulit berwarna lebih tua dari sawo matang. Dia tersenyum sendiri di depan kamar sambil mengunci pintu. Sepertinya sedang membayangkan sesuatu yang indah, yang belum pernah terjadi selama hidupnya. Klek, terdengar suara kunci.

Apa yang dibayangkannya ternyata adalah bakar ikan. Dia tahu kalau malam ini akan dilakukan bakar ikan. Yang dianggap indah, sebenarnya bukan bakar ikannya. Baginya ikan bukan barang aneh. Di tempat kerjanya, sangat melimpah ruah, mulai ikan murah hingga ikan termahal. Tapi kumpul dengan rekan PIM410 yang dianggap indah, karena kapan lagi dapat dirasakan, kecuali malam ini, besok sudah penutupan.

Dengan pasti, dia melangkah ke arah gerbang Wisma Baronang. Di sana, dia memandang ke arah timur. Nun jauh di sana nampak beberapa gerombol anggota PIM410, ada yang berdiri sambil tertawa, ada yang jongkok sambil mengibas-ngibas sesuatu, bahkan ada pula yang duduk di kegelapan. Nampak pula olehnya, bara api yang kadang mengecil, kadang membesar.

Dengan pasti pula, dia melangkah ke arah itu. Keinginannya yang kuat telah mengalahkan segalanya. Pokoknya dirinya harus melewati malam indah dengan rekan PIM410. Bau sedap dari asap yang bertiup ke arahnya merasuki lubang hidungnya, menambah indahnya malam itu. Ditambah lagi dengan alunan lagu dangdut yang aneh terdengar selama PIM410. Indah memang.

Yang aneh lagi dimatanya adalah tiga gadis cantik telah duduk diantara rekan PIM410 dan seorang pemain organ. Pemandangan itu ternyata telah menambah keindahan malam itu. Dia membayangkan betapa asyiknya kalau dia bisa duduk di samping gadis-gadis itu. Seperti yang dilakukan dengan staf-stafnya yang cantik dan telah lama ditinggalkan. Timbul nalurinya sebagai laki-laki.

Namun sebelum sampai, dia berhenti dan berpikir sejenak. Dia merasa seperti ada kurang dalam dirinya. Anganpun menerawang jauh menembus cakrawala. Setelah yakin dengan kekurangan dirinya, dia membalikan tubuhnya. Niat untuk bergabung dengan rekan PIM410 dan ketemu ketiga gadis segera diurungkannya. Malah dia berjalan lagi ke arah gerbang dan melangkah ke kamar dan menghilang di sana.

Penasaran kan, apa yang akan dilakukan Eber dalam kamar. Nantikan cerita selanjutnya (U. Arie)

KEGAGALAN DAN KESUKSESAN SEJATI


A. Kegagalan dan Kesuksesan Sementara

Kegagalan adalah sukses yang tertunda’, adalah suatu ungkapan yang sering dituliskan oleh banyak buku tentang peningkatan potensi diri. Ini artinya bahwa kita jangan sampai putus asa bila mengalami suatu kegagalan, karena dengan kegagalan tersebut kita akan mengetahui kelemahan dan kekurangan yang ada.

Sebagaimana Tomas Alfa Edison, sebelum menemukan lampu listrik, dia telah mengalami kegagalan sebanyak 99 kali dan baru berhasil pada pada percobaan yang ke 100. Apakah percobaan yang 99 kali itu sia-sia? tentu tidak karena 99 bahan yang dia coba dapat digunakan sebagai bahan isolator atau untuk bahan lainnya. Jadi tetap apapun yang dia coba bermanfaat bagi penemuan selanjutnya.

Jadi pada saat kita gagal carilah hikmah di balik kegagalan tersebut. Banyak sekali orang yang berhasil karena sering mengalami kegagalan. Mereka terus memperbaiki dan mencari sebab-sebab kegagalan tersebut untuk mencapai kesuksesan yang lebih spektakuler.

Begitu pula pada saat kita berhasil. Jangan sampai terlena dan berpuas diri, karena ada suatu pepatah bahwa kesuksesan adalah awal dari suatu kegagalan. Pernyataan ini seperti kontradiktif tapi ini memang adanya. Kita sering membaca orang-orang yang awalnya sukses, namun tanpa disangka mereka tiba-tiba hancur lebur, sehingga tak tersisa lagi kebanggaan yang ada padanya.

Jadi pada saat kita mencapai kesuksesan maka tetaplah waspada dan terus meningkatkan kompetensi diri, jangan sampai terlena dan terbuai dengan kesuksesan yang ada. Karena bagaimanapun juga situasi sekitar kita akan terus berubah tanpa bisa kita hentikan.

b. Kegagalan dan Kesuksesan Sejati

Ada situasi dimana kita mendapatkan kegagalan atau kesuksesan yang sejati. Bila kita telah mendapatkan kesuksesan pada situasi itu, maka kita akan berada dalam kebahagiaan selama-lamanya tidak ada lagi perjuangan yang harus dilakukan. Begitu pula bila kita mengalami kegagalan, maka penderitaan dan putus asa sudah sewajarnya diterima karena tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaikinya.

Situasi tersebut adalah pada saat kehidupan setelah kematian. Kita tinggal menunggu hasil amalan hidup kita selama di dunia ini. Apakah amalan kita menuju ke surga-Nya atau sebaliknya menuju keneraka-Nya. Situasi saat itu sungguh sangat mencekam dan penantian yang sangat menegangkan.

Jadi selama napas masih bersatu dengan tubuh kita, masih ada kesempatan untuk meningkatkan kebaikan dalam menuju kesuksesan sejati. Jangan sampai kita menyesal pada situasi yang tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki diri.

“Timbangan pada hari itu adalah kebenaran (keadilan). Maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.” (QS Al-Araf 8-9).

Salam, Uung Gantira
http://sudutpandang2.blogspot.com

Minggu, 14 September 2008

MALAM KEAKRABAN, SIAPA SANGKA

Siapa sangka, kalau diantara ribuan malam sepanjang hidup, atau selama 43 hari PIM410, ada satu malam yang sangat istimewa, sangat berkesan, dan penuh kenangan. Itulah malam keakraban. Malam dimana bertemunya seluruh peserta PIM410 dengan Panitia dan Widyaiswara.

Siapa sangka, kalau malam keakraban yang tak pernah tertuang dalam agenda, hanya dengan rencana spontan dan penuh dengan dinamika, mepet waktu karena menjelang Bulan Ramadhan, mepet dana karena hampir habis, bisa terwujud dengan sukses. Itu berkat kebersamaan PIM410.

Siapa sangka, kalau alat musik (drum, gitar, bass, akustik dan organ) yang biasanya nongkrong di ruang rekreasi, bakal berpindah dalam waktu yang singkat ke ruang makan, hingga menjadi alat bantu dalam malam keakraban. Itu juga kekompakan yang ditunjukan oleh PIM410.

Siapa sangka, kalau Gusti Ayu (sory Mas Gustiawirman) yang biasa melawak di kelas dan Mba Ipung (sory Mba Purwaningsih) yang biasanya menjadi tukang pijit keliling, ternyata keduanya mampu menjadi pembawa acara (MC) dengan baik. Itulah salah satu potensi yang terpendam dari PIM410.

Siapa sangka, kalau Dewan Suro I (maaf Pak Dirjo) yang biasanya lebih banyak diam dengan wibawanya dan Dewan Suro II (maaf Pak Maulana) yang konon telah sukses dalam Observasi Lapangan (OL) ternyata mampu menjadi pelawak dan mengundang tawa. Itulah kelebihan keduanya.

Siapa sangka, kalau malam keakraban akan dihadiri oleh hampir semua Widyaiswara (WI) dan Panitia. Padahal pada malam keakraban Diklatpim angkatan sebelumnya hanya dihadiri oleh satu atau dua orang WI dan Panitia. Itulah dewi fortuna bagi PIM410. Itu juga yang menjadikan malam keakraban sangat meriah.

Siapa sangka, kalau Pak Untung Widodo bakal menjadi aktor terbaik pada malam itu, karena telah menjadi pengiring lantunan lagu-lagu dari Pak Yusuf Sugilar, Panitia serta peserta PIM410 hingga menjadi meriah. Itulah kepiawaian beliau selama ini dalam memacu PIM410. Terima kasih, You are our hero.

Siapa sangka, kalau Mas Ganef yang konon selalu teguh dengan wibawanya (sory Mas, itulah pangdanganku) mampu melantunkan lagu angin malam (maaf kalau judul itu salah) dengan merdu, padahal tanpa persiapan sedikitpun. Itulah potensi yang terpendam darinya. Halo Mas, nanti rekaman.. ya.

Siapa sangka, kalau Bang Nasrul yang biasanya lantang bicara soal Bansos, dan dengan gaya tangannya yang tak pernah henti turut bicara, ternyata mampu melantunkan lagu dengan merdu, lalu memaksa Bu Ati (Maaf ya.. Bu) turun ke arena. Itu pula potensi darinya. Eh.. Bang Nasrul ! Ada hati... ya ? He.. heh...

Siapa sangka, kalau Oom Basri yang konon punya staf cantik-cantik dan kini mendapat julukan Eber (sory Oom), diminta turun ke arena untuk bernyanyi, dan ternyata dia tidak mampu bernyanyi, tapi dia mampu bercerita dan mengundang tawa, hingga suasana bertambah meriah. Itulah dia, Oom Basri.... Met tugas lagi... ya. Jangan lupa, bagi-bagi.. ya stafnya.

Siapa sangka, kalau peserta lainpun (Pak Sofian, Pak Hery, Oom Erick dan lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu) ternyata mampu unjuk kepiawaiannya menanyikan lagu-lagu daerah, berjoged dengan gaya masing-masing. Itulah spontanitas dari malam keakraban.

Siapa sangka, kalau malam keakraban, telah dijadikan ajang photo bersama. Masing-masing peserta berusaha mendekatkan diri dengan peserta lain, bersentuhan badan dan wajah. Tentu saja semua akan menjadi kenangan sepanjang hidup, dan sebagai pernyataan bahwa kita pernah bersama, bercanda, tertawa, menjalin kasih, sayang dan cinta.

Selamat berpisah kawan-kawan yang baik hati, selamat bertugas kembali. Semoga apa yang telah kita jalani akan menjadi pondasi dalam membangun masa depan. Ingat hidup ini masih panjang, masih banyak angan-angan, cita-cita dan harapan. Semoga kita bisa bertemu di PIM tiga..... Amin.

Sukses selalu buat kita (Usni Arie)

KALENDER SKOP DIKLATPIM IV ANGKATAN X

Kalenderskop Diklatpim IV Angkatan X
43 Hari Meningkatkan Kompetensi


Diklapim IV angkatan X layak disebut angkatan Luar Biasa. Selain paling heboh dan kompak, juga paling gokil dan sensasional dibandingkan angkatan sebelumnya.

Ibarat cerita film nasional bertema “10 hari mencari cinta”, dengan bintang utama Nirina Jubir. Perjalanan peserta Diklatpim IV angkatan X pun layak diangkat ceritanya ke layar lebar atau ya setidaknya ke layar plastik. Dengan jumlah 40 orang dari beragam daerah, satuan kerja, pangkat dan golongan berkumpul di BDA Sukamandi selama 43 hari untuk di-up grade kompetensinya. Nah, penasaran kan?….mari kita simak kronologis pilihan selama 43 hari mencari ilmu para peserta Diklatpim IV Angkatan X.

Hari Ke-1, Pembukaan
Peserta Diklatpim masih malu-malu dan terkesan jaga wibawa. Secara aklamasi, gelar pertama pun disematkan ke Basri sebagai Heber. Beberapa orang peserta mulai kasak-kusuk mencari figur ketua “suku” dan menggolkan hari Sabtu libur. Isu “belum adanya peta jabatan di DKP” menjadi masalah hangat yang ramai diperdebatkan peserta. Acara memakai jas pun batal, mengusung semangat kebersamaan, peserta pun menggunakan pakaian putih-hitam ibarat “sales”.

Hari Ke-2, KIAT
Para widyaiswara berupaya menyatukan peserta Diklatpim. Selirik lagu KIAT pun mengajak peserta Diklatpim untuk melepaskan atribut dan status yang melekat (tidak termasuk status suami/istri). Kelompok merah pun menjadi kelompok ter-jablay dan terpanjang setelah berlomba jaring “jabatan”, peras “keringat”, bola “liar”, kelereng “manja”, dan “bom” volly. Saudara Kamdani “Sentani” dengan misi “masuk 40, keluar 40” pun terpilih menjadi ketua suku. Kebekuan peserta Diklatpim cair, dan peserta mulai terlihat sifat aslinya. Libur perdana pun banyak digunakan peserta untuk periksa ke ”Grogol”, dan ”RM” untuk peserta luar kota

Hari Ke-5, Belajar
Bakat-bakat tersembunyi peserta pun mulai tumbuh ibarat jamur di musim hutan. Ahli filosofi, karena pendapatnya selalu diawali dengan filosofi. Ahli teori, karena pendapatnya selalu diawali dengan beragam teori anta-branta. Pebisnis, karena ditengah kesibukannya sebagai PNS mampu memanfaatkan peluang yang ada untuk memperoleh tambahan pendapatan dengan memanfaatkan fasilitas kantor. Ahli pijat, karena selama Diklatpim berhasil memijam sebagian peserta dan widyaiswara. Juga ahli negosiator, karena selama Diklat telah teruji mampu memberikan jalan tengah mensinkronkan kepentingan panitia dan peserta. Para ahli inilah yang selalu memberikan ”warna warni” Diklatpim. Sindrom absen pun mulai menghinggapi para peserta.

Hari Ke-10, Belajar Lagi
Angkatan X kembali menyematkan gelar bangsawan kepada beberapa peserta, seperti: Nasrul ”bansos” Efendi, Harimurti ”biawak” Sukirno, Usni ”putri” Arie, Joni ”protes” Haryadi, Kosingin ”lampiran”, Harumi ”mateng” Isnaeni, ” dan ”raden ayu” Gustiwirman. Penyakit kantuk pun mulai menghinggapi sebagian peserta karena materi dari pagi buta sampai malam hari. Tidak lupa, peserta pun secara aklamasi mengangkat 3 dewan syuro, yaitu mbah Sudirdjo, mbah Maulana dan mbak Ganef. Jendela dunia pun berhasil dibuka Saudara Harimukti ”biawak” dengan membuka jaringan internet di BDA Sukamandi.

Hari Ke-29, OL
Dibawa komando mbah Maulana, pelaksanaan OL di Kabupaten Serang berjalan lancar. Diagnosa ”pohon masalah” dan rekomendasi berhasil menghipnotis jajaran pejabat Kabupaten Serang, meskipun pengumpulan data dilakukan hanya setegukan kopi saja. Tidak terbayang kan kalau kegiatan pengumpulan data oleh angkatan X dilakukan selama 1 bulan dan menginap di hotel berbintang, pasti pembangunan kelautan dan perikanan menjadi mainstream pembangunan ekonomi di Kabupaten Serang.

Hari Ke-37, KKP
Peserta mulai terbuai dengan urusan penyusunan KKP. Di kamar, di asrama, di kelas dan di rumah peserta selalu bawa laptop. Beberapa peserta yang hilang file KKP-nya mulai panik. Meskipun beberapa peserta “makan tape dan tape-nya dimakan burung”, tapi akhirnya penyusunan KKP, seminar KKP, KKK dan KKA berjalan lancar. Kembali terobosan dihasilkan angkatan X, yaitu presentasi KKA dilaksanakan dalam bahasa Inggris serta KKA dibuat dalam 2 bahasa.

Hari Ke-39, Malam Keakraban
Meskipun dilakukan secara mendadak, acara malam keakraban pun berjalan sukses dan dihadiri oleh sebagian besar widyaiswara. Para peserta mulai unjuk gigi kemampuan menyanyi. Dibawa duo MC, “Raden Ayu” Gustiwirman dan Purwaningsih “rojali” semua peserta diajak menanyi dan berjoged bersama. Semua kesumpekan karena sepekan menyusun KKP hilang.

Hari Ke-41 dan Ke-42, Bakar Ikan
Mengisi masa karantina sebelum ditutup, kembali angkatan X berinovasi. Menyelenggarakan kegiatan bakar ikan terberat sebagai rekor baru pelaksanaan Diklatpim. Mengulangi hari sebelumnya, hari ke-42, peserta kembali menyelenggarakan bakar ikan. Hari ke-41 ikan tawar dan hari ke-42 ikan laut, katanya sih biar adil. Kegiatan bakar ikan pun semakin semarak karena diiringi lagu yang dibawakan para artis lokal Sukamandi, seperti Purwaningsih ”rojali”, Nasrul “bansos” Efendi dan Joni “protes” Haryadi. Menjelang jam bergerak ke angka 12 malam, peserta Diklatpim pun yang telah berbasah-basah ria secara berangsur-angsur mulai kembali ke asrama untuk melanjutkan aktifitas lainnya.

Hari Ke-43, Penutupan
HariKebersamaan, kekompakan, profesionalisme dan rasa optimis selama ini selalu ditunjukkan peserta Diklatpim. Jadi yakinlah pak Ketua kalau misinya berhasil dan siap dipilih kembali untuk Diklatpim selanjutnya ”masuk 40 orang dan keluar 40 orang”, kecuali ada peserta Diklatpim yang memang masih betah tinggal di Sukamandi menunggu dibukannya kembali RM? Nah siapa loh..........

By. Kusdiantoro