Senin, 15 September 2008

Mr. " X " .... EMBER DAN TIGA CEWEK

Cerber Bagian 1

Seorang pria tinggi, besar dan gempal keluar dari persembunyiannya. Wajahnya sangat tampan, dengan hidung mancung dan dengan kulit berwarna lebih tua dari sawo matang. Dia tersenyum sendiri di depan kamar sambil mengunci pintu. Sepertinya sedang membayangkan sesuatu yang indah, yang belum pernah terjadi selama hidupnya. Klek, terdengar suara kunci.

Apa yang dibayangkannya ternyata adalah bakar ikan. Dia tahu kalau malam ini akan dilakukan bakar ikan. Yang dianggap indah, sebenarnya bukan bakar ikannya. Baginya ikan bukan barang aneh. Di tempat kerjanya, sangat melimpah ruah, mulai ikan murah hingga ikan termahal. Tapi kumpul dengan rekan PIM410 yang dianggap indah, karena kapan lagi dapat dirasakan, kecuali malam ini, besok sudah penutupan.

Dengan pasti, dia melangkah ke arah gerbang Wisma Baronang. Di sana, dia memandang ke arah timur. Nun jauh di sana nampak beberapa gerombol anggota PIM410, ada yang berdiri sambil tertawa, ada yang jongkok sambil mengibas-ngibas sesuatu, bahkan ada pula yang duduk di kegelapan. Nampak pula olehnya, bara api yang kadang mengecil, kadang membesar.

Dengan pasti pula, dia melangkah ke arah itu. Keinginannya yang kuat telah mengalahkan segalanya. Pokoknya dirinya harus melewati malam indah dengan rekan PIM410. Bau sedap dari asap yang bertiup ke arahnya merasuki lubang hidungnya, menambah indahnya malam itu. Ditambah lagi dengan alunan lagu dangdut yang aneh terdengar selama PIM410. Indah memang.

Yang aneh lagi dimatanya adalah tiga gadis cantik telah duduk diantara rekan PIM410 dan seorang pemain organ. Pemandangan itu ternyata telah menambah keindahan malam itu. Dia membayangkan betapa asyiknya kalau dia bisa duduk di samping gadis-gadis itu. Seperti yang dilakukan dengan staf-stafnya yang cantik dan telah lama ditinggalkan. Timbul nalurinya sebagai laki-laki.

Namun sebelum sampai, dia berhenti dan berpikir sejenak. Dia merasa seperti ada kurang dalam dirinya. Anganpun menerawang jauh menembus cakrawala. Setelah yakin dengan kekurangan dirinya, dia membalikan tubuhnya. Niat untuk bergabung dengan rekan PIM410 dan ketemu ketiga gadis segera diurungkannya. Malah dia berjalan lagi ke arah gerbang dan melangkah ke kamar dan menghilang di sana.

Penasaran kan, apa yang akan dilakukan Eber dalam kamar. Nantikan cerita selanjutnya (U. Arie)

Tidak ada komentar: