Ada yang bilang, hidup ini indah. Ada juga orang yang bilang, hidup ini buruk. Dua pendapat yang berlainan, tapi keduanya benar. Karena Allah telah menciptakan semua yang ada di dunia ini secara berpasangan, ada siang dan ada malam, ada gelap dan ada terang, ada kehidupan dan ada kematian, indah dan buruk, senang dan susah, bahagia dan sengsara serta yang lainnya.
Namun apakah setiap orang selalu merasakan hal yang sama selamanya. Tentu saja tidak. Orang yang sengsara tidak akan selamanya sengsara. Demikian juga orang yang bahagia tidak akan selamanya bahagia. Orang kaya tidak akan selamanya kaya, bisa saja dia jatuh miskin. Orang miskin tidak akan selamanya miskin, bisa saja dia menjadi kaya.
Itulah hidup. Hidup ini selalu berubah setiap saat. Dari detik ke detik. Dari menit ke menit. Dari hari ke hari. Bahkan dari tahun ke tahun. Apa yang dialami pada hari ini berbeda dengan apa yang dialami kemarin, meski berada di tempat yang sama dan jam yang sama. Apa yang dialami tahun lalu berbeda dengan apa yang dialami pada tahun ini, meski berada di tempat yang sama, bulan yang sama, hari yang sama dan jam yang sama.
Orang yang bilang hidup ini indah, karena dia sedang bahagia, sedang merasakan kesenangan. Tapi bisa saja suatu saat dia sendiri bilang bahwa hidup ini buruk bila dia sedang sengsara, sedang merasa susah. Itulah perasaan. Perasaan setiap orang bisa mengemukakan pendapat yang berbeda, tergantung apa yang dialaminya, tergantung dari keadaan dirinya pada saat dia mengemukakan pendapatnya.
Indah dan buruk, bahagia dan sengsara, serta senang dan susah tidak mungkin dirasakan pada saat yang bersamaan. Tidak mungkin orang sedang bahagia, juga merasakan sengsara. Karena kadar keduanya berbeda, pasti salah satunya ada yang lebih tinggi dan pasti salah satunya ada yang lebih rendah. Kadar yang tinggi akan mengalahkan yang rendah.
Namun apakah sebenarnya penyebab utama yang telah mengakibatkan orang menjadi sengsara, sehingga orang itu mengatakan bahwa hidup ini buruk. Tentu saja ada penyebabnya. Masalah, itulah penyebabnya. Masalah yang dihadapi seseorang dapat mengakibatkan orang itu sengsara, dan mengatakan bahwa hidup ini buruk. Orang yang mengatakan bahwa hidup buruk pertanda orang itu sedang menghadapi masalah.
Apakah sebenarnya masalah itu. Lalu, kenapa karena sebuah masalah bisa membuat orang sengsara. Masalah adalah suatu keadaan yang tidak diinginkan. Keadaan yang bertentangan dengan keinginan. Dalam kamus Bahasa Indonesia, masalah atau problem atau perkara adalah sesuatu yang harus dipecahkan. Kalau tidak dipecahkan, hidup orang yang sedang mempunyai masalah, tidak akan berubah, bisa sengsara selamanya.
Misalnya, orang yang ingin mudik, tetapi tidak punya uang. Nah, tidak punya uang adalah masalah bagi orang itu. Karena mana mungkin dia bisa mudik tanpa uang. Uang untuk ongkos mobil, biaya selama perjalanan, beli oleh-oleh, biaya hidup selama di kampung, dan ongkos balik lagi ke kota. Keadaan itu sangat mengganggunya, dan bisa membuat dirinya sengsara.
Agar bisa mudik, dia harus memecahkan dulu masalahnya. Nah, bagaimana cara memecahkan masalah itu, tentu dia harus mendapatkan uang. Setelah uang ditangan masalahnya selesai, dan dia bisa segera mudik. Namun bagaimana cara mendapatkan uang, tentu dia harus mencarinya. Hanya itu jalan satu-satunya. Nah, sekarang bagaimana temen-temen PIM410 menghadapi suatu masalah. Tentu temen-temen punya cara masing-masing, apalagi setelah ikut Diklatpim IV lalu. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Sukses selalu buat anda PIM410.
By U. Arie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar