Selasa, 16 September 2008

NAPAK TILAS OL

Hari pertama masuk kantor seusai menjalani 'pesantren' di BDA Sukamandi adalah melaksanakan tugas perjalanan dinas ke Provinsi Banten. Perjalanan dalam rangka Monev Terpadu DKP tersebut memang dikoordinasikan oleh Ditjen. KP3K yang melibatkan seluruh unit eselon I DKP.

Tapi tunggu dulu, ini bukan tempatnya untuk cerita soal perjalanan dinas atau membahas laporan perjalanan dinas, he he he... Tapi saya pingin berbagi sedikit cerita yang ada kaitannya dengan OL kita dulu (tepatnya beberapa waktu lalu !).
Selepas acara/kegiatan utama yang dipusatkan di kawasan Pantai Labuan (Kab. Pandeglang), saya masih punya kesempatan untuk tinggal di Ibukota propinsi karena memang harus melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas KP Propinsi. Nah, kesempatan ini yg tidak saya sia-siakan....

Sewaktu kita OL di Serang dulu (sekali lagi, tepatnya beberapa waktu lalu !), hampir tidak ada kesempatan untuk 'meng-explore' kota Serang, khususnya makanan khas setempat. Maklum waktu itu khan acara kita sangat padat, bahkan terlalu padat. Padahal salah satu 'ritual' yang tidak pernah saya lewatkan kalau berada di suatu tempat yang baru adalah 'mencicipi' hidangan khas setempat. Sebenarnya ada juga niatan untuk mengusulkan ke panitia diklat agar kita punya kesempatan untuk 'makan bersama' di luar hotel dengan acara yang sedikit rilex setelah melewati 3 hari yang sangan berat di Serang. Tapi, rasanya sulit untuk dapat diwujudkan, lha wong urusan kertas 4 rim aja jadi ribet, apalagi kalo traktir makan 40 orang (maaf... maaf... sekali lagi maaf !).

Berdasarkan informasi awal, berikut adalah makanan khas yang di sekitar Kota Serang: sate bandeng, nasi uduk sum-sum, empal daging kebo (kerbau), termasuk duren diantaranya. Pernah sekali mencoba untuk mencari panganan khas tersebut di sekitar hotel, namun sekali lagi karena keterbatasan waktu, saya yang ditemani 3 wanita cantik peserta Diklatpim 410 hanya berhasil menemukan beberapa potong kue serabi saja. Malam berikutnya (sekitar jam 1 malam) saya ditemani 1 wanita cantik lainnya yang juga peserta diklatpim 410 mencoba lagi peruntungan, namun yang ditemukan hanyalah 'índomie rebus'. Tapi karena kelaperan, terpaksa lah diembat juga, he he he... nasib... nasib.

Nah, kesempatan kembali ke Serang semakin menambah saya penasaran, meskipun sudah masuk bulan puasa. Sesampainya di Kota Serang, strategi pertama adalah check-in di hotel yang dulu (lagi-lagi, tepatnya beberapa waktu lalu !), Hotel Wisata Baru. Tapi ada yang beda di sana sekarang. Hotel itu tengah dalam proses renovasi, terutama di bagian tengah. Kalo gak salah itu deretan kamarnya Sonta sampai Kusdiantoro. Tapi karena alasan untuk nostalgia, saya putuskan untuk tetap nginap di situ dan mengambil kamar yang paling belakang, itu di deretan kamarnya Pak Nasrul Bansos. Mudah-mudahan sidang pembaca masih ingat saat mereka asyik ber-electon-an sampai pagi sambil bikin laporan OL kelompok.

Kembali ke soal makanan. Setelah acara ta'jil di hotel, saya putuskan untuk mulai lagi explore panganan di sekitar situ. Dan... akhirnya saya putuskan untuk santap sate bandeng dan empal daging kebo. Tempatnya gak terlalu jauh dari jalan raya dekat hotel, cuma jarak 'seperokok-an' saja. Ternyata, sate bandeng itu memang lumayan juga nikmatnya.... apalagi disantap setelah seharian menahan lapar puasa :)).Singkat cerita, tuntaslah penasaran dan dendam saya terhadap cita-cita yang belum terlaksana sewaktu OL beberapa waktu lalu.
Alhamdulillaahi robbil áalamiin... Gozi so samadesta !

Ya, Allah mudah-mudahan Engkau masih memberikan kesempatan kepada hamba-Mu ini untuk dapat menikmati lagi panganan khas yang lezat di tempat lainnya. Amiin.

posted by
Rofi

1 komentar:

Usni Arie mengatakan...

Wah tulisan ini sangat bagus dan menggugah hati saya untuk kembali OL. Karena waktu itu saya nggak sempat sedikitpun mencicipi makanan khas Serang. Bukan apa-apa, itu saya lakukan karena saya itu peserta PIM410 teladan. He... heh... Maunya. Ma kasih Kang Rofi, tulisan itu mengingatkan saya waktu OL.
Sukses Selalu buat Kang Rofi