
Lautnya berlimpahkan berbagai macam jenis kekayaan yang sangat mengagumkan, terkandung berbagai macam jenis ikan yang berkembang dengan cepatnya, ada minyak dan gas yang takkan pernah habis sampai kapanpun, ada banyak terumbu karang yang sangat indah dan mengagumkan.
Daratannya memendam berbagai macam kemewahan yang tak pernah habis digunakan. Tanahnya mengandung zat hara yang sangat tinggi sehingga tanaman apapun akan tumbuh dengan suburnya, air tanah didalamnya berlimpah ruah tanpa batas. Intan, emas, permata, berlian, minyak bumi, gas, dan berbagai jenis bahan tambang yang sangat berharga tertanam di dalam daratan tersebut.
ditempat itu dalam kehidupan yang sangat menyengsarakan. Pada saat lapar, mereka memenuhi kebutuhannya dengan mencari cacing dan belatung yang ditemui di permukaan tanah sehingga membuat perutnya semakin lapar dan mual. Pada saat haus mereka mendatangi air laut dan meminumnya sehingga membuat kerongkongan mereka semakin haus. Melihat itu, raja sangat marah akan kebodohan rakyatnya di daerah B yang tak memanfaatkan otak yang mereka miliki untuk menggali kekayaan yang terpendam.
Terbayang di matanya kehidupan yang akan dia alami seperti kehidupan yang dialami oleh penduduk B. Saat itu, dia hanya bisa menangis dan meraung-raung akan penyesalan yang tak mungkin bisa diperbaiki.
Membaca kisah fiksi di atas, akankah kita menyia-nyiakan kesempatan di dunia yang sangat singkat ini? Padahal tujuan akhir hidup kita adalah di kehidupan abadi nanti....
Q.S. Al Anbiya (21) ayat 35:
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.'
'Barangsiapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik daripadanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari pada kejutan yang dahsyat pada hari itu'. 'Dan barangsiapa yang membawa kejahatan, maka disungkurkanlah muka mereka ke dalam neraka. Tiadalah kamu dibalasi, melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan'
''Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.''



‘Kegagalan adalah sukses yang tertunda’, adalah suatu ungkapan yang sering dituliskan oleh banyak buku tentang peningkatan potensi diri. Ini artinya bahwa kita jangan sampai putus asa bila mengalami suatu kegagalan, karena dengan kegagalan tersebut kita akan mengetahui kelemahan dan kekurangan yang ada.