Rabu, 10 September 2008

BERITA DUKA

Berita duka ini terjadi pada salah seorang teman terbaik kita. Kenapa berita ini saya tulis, tentu saja karena kalian harus tahu semua, dan kita harus turut prihatin padanya, serta kita berdoa pada-Nya. Kita telah sama ikut PIM4 selama 40 hari. Kalau menurut saya sih, kita sudah menjadi saudara. Suka dan duka telah kita lalui bersama, senasib sepenanggungan. Karena itu, kita harus tahu apa yang terjadi pada teman-teman kita.

Soal berita duka, kita nggak tahu hal itu bakal terjadi pada teman kita. Bahkan kita tidak tahu apa yang terjadi dalam hidup ini. Apalagi waktu pisah, kita semua baik-baik saja, termasuk dia. Dia bisa tertawa, bercanda dan ngobrol dengan serius. Bahkan waktu pulang, dia semobil dengan saya, ikut mobil Kang Adi. Saya ingat betul candanya, ... Tuh pintu tol dan terminal Bogor sudah terlihat, katanya. Berarti saya sudah sampai di Bogor (di rumah). Sedang kalau Pak Usni harus berjuang dulu. Bisa-bisa nyampe subuh. Itulah candanya sama saya.

Tapi waktu saya terima berita itu, saya sangat kaget dan sedih serta mengucurkan air mata. Nggak nyangka kalau hal itu akan terjadi padanya. Dan mengapa hal itu terjadi padanya, bukan terjadi pada orang lain (maksudnya bukan teman kita). Kalau itu terjadi pada orang lain, saya tidak sedih. Biar saja, namya juga orang lain. Ya.. itulah takdir. Siapapun tak kan bisa menolaknya. Kita semua harus menerimanya.

Perlu saya sampaikan, bahwa berita duka ini saya terima kemarin sore, waktu saya mau pulang kerja. Dan berita duka ini datang dari teman terbaik kita (tuh air mata saya mengucur lagi), yaitu dari Pak Heri Arifin Latif. Dia bilang " Isi CD yang diterimanya tidak lengkap. Karena dalam CD itu tidak ada buku kenangan. Padahal bagian itulah yang paling penting, bukan KKK atau KKA " Itulah berita duka itu. Dia bilang, ini tidak adil dan menjadi masalah baginya. Makanya dia sangat sedih.

He.. heh......... Kalian pasti kaget membaca berita ini kan. Kalian pasti menyangka kalau berita ini serius. Padahal ini hanya bercanda. Kalau kata Pak Saut mah, kutipu kau.......... Makanya jangan terlalu serius. Santailah sedikit. Yang penting semua pekerjaan beres dan bisa nyenengin boss. Insyaallah jabatan juga nanti akan naik dengan sendirinya dan PIM3 menanti kalian. Amin.... Yang pasti Pak Heri itu baik-baik saja, sehat walafiat dan sering nelpon saya. Bahkan dia minta tolong agar mengirimkan kopinya lagi.

Nah... Ini masalah bagi teman kita. Kita harus segera membantunya. Jangan kita merasa enak sendiri. Gimana caranya. Tentu saja, kita harus masuk ke analisa pohon masalah dan pohon sasaran. Awas jangan salah. Waktu di Sukamandi, banyak yang salah, termasuk saya. He.. heh... Di sana kita harus mencari penyebab pokok dan penyebab spesifik serta sasaran pokok dan sasaran spesifik. Kemudian di USG, agar ketemu penyebab dominan dan sasaran dominan.

Selanjutnya, kalian juga harus melakukan analisa pohon alternatif, dengan menampilkan minimal tiga solusi. Ketiga solusi itu harus dilakukan analisa tingkat kesulitan, efektifitas dan efisiensi. Yang akhirnya ketiga analisa itu direkapitulasi menjadi analisa tapisan. Nah dari situ, akan ditemukan solusi terbaiknya. Selamat bekerja... Sory ya... semua hanya canda ! Habis kalian nggak mau ngisi blog ini.
Tapi kalian oke-oke semua. Sukses selalu buat kalian.

Usni Arie

Tidak ada komentar: